Produksi Lilin Berbasis Minyak Black Soldier Fly (BSF) Hasil Biokonversi Limbah Pangan
Abstract
Limbah pangan menjadi permasalahan lingkungan yang memerlukan
pengelolaan berkelanjutan. Salah satu pemanfaatannya dilakukan melalui
biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) yang menghasilkan
minyak berpotensi sebagai bahan baku lilin aromaterapi. Penelitian ini bertujuan
memformulasi lilin aromaterapi berbasis minyak BSF, mengevaluasi kinerjanya,
dan menentukan formulasi terbaik. Enam formulasi lilin (P0–P5) dibuat
menggunakan variasi komposisi minyak BSF, beeswax, dan asam stearat. Kinerja
lilin diuji berdasarkan durasi pembakaran dan intensitas cahaya, kemudian
dianalisis menggunakan metode skoring. Minyak BSF memiliki bilangan iodin
10,42 g I2/100 g, bilangan peroksida 5,67 meq/kg, bilangan asam 2,31 mg NaOH/g,
asam lemak bebas 1,16%, dan densitas 0,94 g/mL. Durasi pembakaran tertinggi
diperoleh pada P1 sebesar 7,9 jam, sedangkan intensitas cahaya tertinggi pada P0
sebesar 141,3 lux pada jarak 5 cm. Berdasarkan hasil skoring, P0 dan P1 ditetapkan
sebagai formulasi terbaik. Kesimpulannya, Minyak BSF berpotensi sebagai bahan
baku lilin aromaterapi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Food waste is an environmental issue that requires sustainable management.
One potential utilization method is bioconversion using Black Soldier Fly (BSF)
larvae, which produces oil that can be used as a raw material for aromatherapy
candles. This study aimed to formulate BSF oil-based aromatherapy candles,
evaluate their performance, and determine the best formulation. Six candle
formulations (P0–P5) were prepared using different proportions of BSF oil,
beeswax, and stearic acid. Candle performance was evaluated based on burning
duration and light intensity, followed by scoring analysis. BSF oil had an iodine
value of 10.42 g I2/100 g, peroxide value of 5.67 meq/kg, acid value of 2.31 mg
NaOH/g, free fatty acid content of 1.16%, and density of 0.94 g/mL. The longest
burning duration was obtained in P1 (7.9 h), while the highest light intensity was
recorded in P0 (141.3 lux at 5 cm). Based on the scoring results, P0 and P1 were
identified as the best formulations. BSF oil shows potential as an environmentally
friendly and sustainable raw material for aromatherapy candles.

