| dc.contributor.advisor | Sulistiono | |
| dc.contributor.advisor | Riani, Etty | |
| dc.contributor.author | AUGUSTINE, VIVIAN IRENE | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-07T11:49:53Z | |
| dc.date.available | 2026-07-07T11:49:53Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174172 | |
| dc.description.abstract | Perairan Muara Gembong mengalami tekanan antropogenik yang disebabkan oleh peningkatan jumlah penduduk dan berbagai kegiatan seperti pemukiman, industri, dan pertanian. Makrozoobentos digunakan sebagai indikator karena memiliki kepekaan terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas makrozoobentos serta keterkaitannya dengan parameter lingkungan untuk menilai kondisi dan kesehatan Perairan Muara Gembong. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juli hingga Desember 2025 dari delapan stasiun berbeda menggunakan van veen grab dan dianalisis di laboratorium untuk mengidentifikasi komposisi jenis, kepadatan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi, dan indeks similaritas, dan PCA. Parameter lingkungan yang di uji yaitu tipe substrat dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan komposisi makrozoobentos terdiri atas 75 genera dari sembilan kelas. Komposisi tertinggi yaitu Polychaeta dengan genus paling banyak ditemukan Nereis sp. Kepadatan tertinggi ditemukan di Stasiun 5 (1161 ind/m2) dan terendah di Stasiun 7 (87 ind/m2). Berdasarkan waktu pengamatan, kondisi relatif stabil dengan keseragaman tergolong tinggi, dan dominansi tergolong rendah. Berdasarkan lokasi, stasiun 6 mengalami tekanan dengan keanekaragaman dan keseragaman rendah serta dominansi tinggi, sedangkan stasiun lainnya relatif stabil. Secara keseluruhan, kondisi kesehatan perairan menunjukkan kondisi yang relatif stabil dengan adanya tekanan pada lokasi tertentu. | |
| dc.description.abstract | Muara Gembong waters experience anthropogenic pressure caused by increasing population and various activities such as settlements, industry, and agriculture. Macrozoobenthos is used as an indicator because it is sensitive to environmental changes. This study aims to analyze the structure of the macrozoobenthos community and its relationship with environmental parameters to assess the condition and health of the Muara Gembong Waters. Sampling was carried out from July to December 2025 from eight different stations using van veen grab and analyzed in the laboratory to identify species composition, density, diversity index, evenness index, dominance index, and similarity index, and PCA. The environmental parameters tested were substrate type and air quality. The results showed that the composition of macrozoobenthos consisted of 75 genera from nine classes. The highest composition was Polychaeta with the most frequently found genus Nereis sp. The highest density was found at Station 5 (1161 ind/m2) and the lowest at Station 7 (87 ind/m2). Based on the observation time, the condition was relatively stable with high uniformity and low dominance. Based on location, station 6 experienced stress with low diversity and uniformity and high dominance, while the other stations were relatively stable. Overall, the health of the waters is relatively stable, though there are pressures in certain areas. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Kondisi Kesehatan Perairan Berdasarkan Bioindikator Makrozoobentos di Muara Gembong, Teluk Jakarta | id |
| dc.title.alternative | Water Health Conditions Based on Macrozoobenthos Bioindicators in Muara Gembong, Jakarta Bay | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | kualitas air | id |
| dc.subject.keyword | makrozoobentos | id |
| dc.subject.keyword | Muara Gembong | id |
| dc.subject.keyword | teluk jakarta | id |
| dc.subject.keyword | Jakarta Bay | id |
| dc.subject.keyword | macrozoobenthos | id |
| dc.subject.keyword | water quality | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |