Analisis Kinerja Piringan Penjatah Benih dengan Lubang Isap Benih Lentur pada Sistem Penjatah Benih Kedelai
Abstract
Mekanisasi pertanian presisi berperan penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman kedelai, salah satunya melalui penggunaan alat penjatah benih tipe vakum. Sistem penjatah vakum konvensional umumnya menggunakan piringan dengan lubang isap kaku yang kurang mampu mengakomodasi variasi bentuk dan ukuran benih kedelai sehingga performa penjatahan belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah lubang isap pada piringan, diameter lubang isap, jumlah lapisan lentur berbahan lateks, tekanan isap, dan kecepatan putar piringan terhadap kinerja sistem penjatah benih kedelai tipe vakum, serta menentukan kombinasi parameter yang menghasilkan performa terbaik. Pengujian dilakukan menggunakan piringan penjatah berbahan PLA+ hasil cetak tiga dimensi dengan variasi jumlah lubang 10, 15, dan 20, diameter lubang isap 2,5 mm, 3,2 mm, dan 4,0 mm, tekanan isap 2, 3, dan 4 kPa, serta kecepatan putar 10, 20, dan 30 RPM. Performa penjatahan dievaluasi berdasarkan quality of feed index, miss index, dan multiple index mengacu pada ISO 7256-1 (1984) serta dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter yang diuji berpengaruh nyata terhadap nilai Iq. Diameter lubang isap merupakan faktor paling dominan dengan nilai F-hitung tertinggi. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada 10 lubang, 1 lapis lentur, kecepatan putar 10 RPM, diameter lubang isap 3,2 mm, dan tekanan isap 3 kPa.

