| dc.contributor.advisor | Shohibuddin, M. | |
| dc.contributor.author | Husen, Iffah Humaidah | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-06T23:46:25Z | |
| dc.date.available | 2026-07-06T23:46:25Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174110 | |
| dc.description.abstract | Keterbatasan akses air bersih mendorong berkembangnya pengelolaan air berbasis komunitas sebagai alternatif yang berkelanjutan. Di RW 07 Desa Ciburial, Mata Air Cibitung dikelola oleh Kelompok Pemanfaatan Air Cibitung (KPAC) melalui mekanisme tata kelola lokal partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem tata kelola air, menilai kinerja kelembagaan, dan menguji hubungan keduanya. Tata kelola diukur melalui aspek aturan kerja, akuntabilitas, kapasitas sumber daya manusia, dan pendekatan berbasis kebutuhan. Kinerja kelembagaan dinilai dari kondisi infrastruktur, kepuasan pengguna, dan kesehatan finansial. Hasil menunjukkan tata kelola berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan aturan kerja mayoritas sedang sementara aspek lainnya mayoritas tinggi. Kinerja kelembagaan dinilai tinggi dengan operating ratio 0,719. Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan hubungan signifikan antara tata kelola dan kinerja (r = 0,406). Temuan kualitatif mengungkapkan modal sosial berbasis nilai sabilulungan berfungsi sebagai jaring pengaman ketika mekanisme formal belum optimal. | |
| dc.description.abstract | Limited access to clean water has driven the development of community-based water management as a sustainable alternative. In RW 07 of Ciburial Village, the Cibitung Spring is managed by the Cibitung Water Utilization Group (KPAC) through a participatory governance system. This study analyzes water governance, assesses institutional performance, and examines their correlation. Governance is measured through working rules, accountability, human resource capacity, and a needs-based approach, while performance is assessed based on infrastructure, user satisfaction, and financial health. Results show governance ranges from moderate to high, with working rules mostly moderate and other aspects generally high. Institutional performance is high, with an operating ratio of 0.719. Spearman’s Rank correlation indicates a significant correlation between governance and performance (r = 0.406). Qualitative findings show that sabilulungan-based social capital acts as a safety net when formal mechanisms are not optimal. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Tata Kelola dan Kinerja Kelembagaan Air Berbasis Komunitas (Kasus: Kelompok Pemanfaatan Air Cibitung, Desa Ciburial, Kabupaten Bandung) | id |
| dc.title.alternative | Community-Based Water Governance and Institutional Performance (Case: Cibitung Water User Group, Ciburial Village, Bandung Regency) | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | kelompok pemanfaatan air | id |
| dc.subject.keyword | kinerja kelembagaan | id |
| dc.subject.keyword | mata air | id |
| dc.subject.keyword | pengelolaan air berbasis komunitas | id |
| dc.subject.keyword | tata kelola sumber daya air | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |