Pengembangan Diversifikasi Produk Sirup Buah Naga untuk Meningkatkan Nilai Tambah pada PT Trisna Naga Asih
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
MUNAWWAROH, THOIFATUL
Manalu, Doni Sahat Tua
Metadata
Show full item recordAbstract
PT Trisna Naga Asih menghadapi permasalahan pascapanen berupa buah
naga yang tidak lolos grade pasar sehingga bernilai jual rendah. Penelitian ini
bertujuan menganalisis preferensi konsumen, nilai tambah, dan kelayakan usaha
pengolahan sirup buah naga sebagai strategi diversifikasi produk. Metode yang
digunakan meliputi analisis konjoin, metode Hayami, serta analisis kelayakan
usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan gula menjadi atribut yang
paling penting dalam preferensi konsumen dengan tingkat kepentingan sebesar
30,553%. Kombinasi produk yang paling disukai konsumen yaitu harga Rp20.000–
Rp30.000, kemasan botol kaca 600 ml, kandungan gula rendah 50%, dan pembelian
secara online. Pengolahan buah naga non grade menjadi sirup menghasilkan nilai
tambah sebesar Rp25.245/kg dengan rasio 49,14%. Secara finansial, usaha
dinyatakan layak dengan laba bersih Rp169.181.745 per tahun, titik impas 255
botol, dan nilai R/C ratio 1,23. PT Trisna Naga Asih faces a post-harvest problem related to dragon fruits that
do not meet market grading standards, resulting in lower economic value. This
study aimed to analyze consumer preferences, value added, and business feasibility
of dragon fruit syrup processing as a product diversification strategy. The methods
employed in this study were conjoint analysis, the Hayami value-added method,
and business feasibility analysis. The results showed that sugar content was the
most important attribute influencing consumer preferences, with an importance
value of 30.553%. The most preferred product combination consisted of a price
range of IDR 20.000–30.000, 600 ml glass bottle packaging, low sugar content
(50%), and online purchasing. Processing non-grade dragon fruit into syrup
generated a value added of IDR 25.245/kg of raw material, with a value-added ratio
of 49.14%. Financially, the business was considered feasible, generating a net profit
of IDR 169.181.745 per year, a break-even point of 255 bottles, and an R/C ratio of
1.23.

