Kelayakan Usaha Integrasi Sapi–Sawit pada Gapoktan Sejahtera Bersama Mitra PT ABX di Kabupaten Tanah Bumbu
Abstract
Integrasi sapi-kelapa sawit (SISKA) berpotensi meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Penelitian ini menganalisis kelayakan nonfinansial dan finansial usaha perkembangbiakan sapi Gapoktan Sejahtera Bersama dalam sistem kemitraan (Oktober 2025–Juni 2026), serta membandingkan aspek finansial dengan peternak mandiri dan rata-rata tiga gapoktan mitra lainnya. Tingkat ketahanan finansial terhadap perubahan harga jual sapi dan net calf crop dievaluasi menggunakan switching value. Hasil analisis menggunakan indikator NPV, IRR, Net B/C, dan PP menunjukkan usaha Gapoktan Sejahtera Bersama layak secara nonfinansial dan finansial (NPV Rp1.398.200.655; IRR 21,00%; Net B/C 1,97; PP 9,16 tahun). Kinerja ini mengungguli peternak mandiri dan tiga gapoktan mitra lainnya (yang tidak dianalisis switching value karena usaha tidak layak). Analisis switching value membuktikan ketahanan finansial Gapoktan Sejahtera Bersama jauh lebih tinggi; batas penurunan harga jual sapi mencapai 56,73% (peternak mandiri 9,24%) dan net calf crop 31,84% (peternak mandiri 3,75%). Dengan, sistem integrasi Gapoktan Sejahtera Bersama ini terbukti layak, efisien, dan prospektif. Cattle-oil palm integration (SISKA) potentially enhances efficiency and sustainability. This study analyzes the non-financial and financial feasibility of Gapoktan Sejahtera Bersama's cattle breeding business within a partnership system (October 2025–June 2026), comparing its financial aspects with independent farmer and the average of three other partner gapoktans. Financial resilience against changes in cattle selling prices and net calf crop was evaluated using switching value analysis. Results using NPV, IRR, Net B/C, and PP indicators show Gapoktan Sejahtera Bersama is non-financially and financially feasible (NPV Rp1,398,200,655; IRR 21.00%; Net B/C 1.97; PP 9.16 years). This outperforms independent farmers and three other partner gapoktans (excluded from switching value analysis due to unfeasibility). Switching value analysis proves Gapoktan Sejahtera Bersama's significantly higher financial resilience; the tolerable decrease limit for cattle selling prices reached 56.73% (independent farmer: 9.24%) and net calf crop 31.84% (independent farmer: 3.75%). Thus, this integration system proves feasible, efficient, and prospective.
Collections
- UF - Agribusiness [4816]

