Show simple item record

dc.contributor.advisorAlimuddin
dc.contributor.advisorCarman, Odang
dc.contributor.authorRAMADAN, RAEHAN FITRAH
dc.date.accessioned2026-06-30T06:14:07Z
dc.date.available2026-06-30T06:14:07Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173795
dc.description.abstractPerubahan iklim menyebabkan fluktuasi suhu lingkungan yang semakin ekstrem dan tidak stabil, sehingga berpotensi menimbulkan stres pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Salah satu bentuk stres tersebut adalah kejut suhu dingin (cold shock) yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan molekuler ikan, termasuk metabolisme energi, sistem peredaran darah, serta sistem pertahanan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar glukosa darah, jumlah eritrosit, dan tingkat ekspresi gen superoxide dismutase (SOD) pada ikan nila akibat kejut suhu dingin. Perlakuan diberikan dengan menurunkan suhu air dari 28°C menjadi 10°C selama 25 menit, kemudian ikan dipindahkan ke kondisi normal untuk pemulihan. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup, kadar glukosa darah, jumlah eritrosit, serta ekspresi gen SOD menggunakan metode qPCR dengan analisis 2^-??Ct. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kejut suhu dingin menyebabkan penurunan tingkat kelangsungan hidup ikan secara signifikan pada fase awal perlakuan. Selain itu, terjadi penurunan kadar glukosa darah dan jumlah eritrosit pada ikan yang mengalami kejut suhu dingin dibandingkan dengan kontrol (p < 0,05). Tingkat ekspresi gen SOD menunjukkan kecenderungan meningkat pada ikan yang bertahan hidup dan menurun pada ikan yang mati, namun tidak berbeda nyata secara statistik (p > 0,05). Analisis lanjutan berdasarkan kondisi warna tubuh ikan menunjukkan bahwa ikan yang tetap berwarna hitam setelah pemulihan memiliki tingkat ekspresi gen SOD yang lebih rendah dibandingkan ikan yang kembali normal (p < 0,05) yang mengindikasikan perbedaan kemampuan adaptasi terhadap stres oksidatif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kejut suhu dingin menyebabkan stres fisiologis dan stres oksidatif pada ikan nila yang ditandai dengan penurunan kadar glukosa darah, jumlah eritrosit, serta perubahan ekspresi gen SOD. Ekspresi gen SOD berpotensi digunakan sebagai indikator kemampuan adaptasi ikan terhadap stres suhu dingin yang dipengaruhi oleh variasi respons individu.
dc.description.abstractClimate change has led to increasingly extreme and unstable environmental temperature fluctuations, posing significant stress to Nile tilapia (Oreochromis niloticus). One form of such stress is cold shock, which can affect physiological and molecular conditions, including energy metabolism, circulatory function, and antioxidant defense systems. This study aimed to analyze blood glucose levels, erythrocyte count, and the expression of the superoxide dismutase (SOD) gene in Nile tilapia subjected to cold shock. The treatment was conducted by reducing water temperature from 28°C to 10°C for 25 minutes, followed by recovery under normal conditions. Parameters observed included survival rate, blood glucose level, erythrocyte count, and SOD gene expression measured using qPCR with the 2^(-??Ct) method. The results showed that cold shock significantly reduced the survival rate of fish during the initial phase. In addition, blood glucose levels and erythrocyte counts decreased significantly in the treated group compared to the control (p < 0.05). SOD gene expression tended to increase in surviving fish and decrease in dead fish; however, the differences were not statistically significant (p > 0,05). Further analysis based on post-recovery body coloration revealed that fish remaining dark exhibited significantly lower SOD expression compared to those returning to normal coloration (p < 0.05), indicating differences in oxidative stress adaptation capacity. In conclusion, cold shock induces physiological and oxidative stress in Nile tilapia, as indicated by decreased blood glucose levels, erythrocyte counts, and altered SOD gene expression. SOD gene expression may serve as a potential biomarker for assessing the adaptive capacity of fish to cold stress, which is influenced by individual variability.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePENGUKURAN KADAR GLUKOSA DARAH, JUMLAH ERITROSIT, DAN EKSPRESI GEN SOD IKAN NILA AKIBAT KEJUT SUHU DINGINid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordkejut suhu dinginid
dc.subject.keywordikan nilaid
dc.subject.keywordglukosa darahid
dc.subject.keyworderitrositid
dc.subject.keywordSODid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record