Pengembangan Produk Sus Xanthiva dengan Substitusi Bekatul dan Tepung Talas Beneng sebagai Alternatif Snack untuk Remaja
Abstract
Serat pangan mempunyai manfaat bagi pencernaan dan mengurangi risiko konstipasi fungsional. Sus merupakan salah satu jenis pastry yang digemari remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk sus substitusi bekatul dan tepung talas beneng menggunakan desain eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terhadap tiga taraf perlakuan perbandingan tepung terigu, bekatul, dan tepung talas beneng meliputi F1 (70%:10%:20%), F2 (70%:15%:15%), dan F3 (70%:20%:10%). Uji organoleptik dilakukan kepada 35 panelis semi terlatih meliputi uji hedonik dan uji mutu hedonik. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan uji Mann-Whitney. Formula terpilih ditentukan dengan weighted sum method (WSM) serta dilakukan analisis proksimat dan serat pangan. Hasil penelitian menunjukkan formula terpilih adalah F3 dengan tingkat penerimaan uji organoleptik yang baik secara keseluruhan. Formula terpilih memberikan energi sebesar 112 kkal dengan serat pangan 1,2 gram per 50 gram sajian yang berkontribusi terhadap AKG remaja sebesar 3,3-5,9%. Sus substitusi bekatul dan tepung talas beneng dapat menjadi alternatif snack bagi remaja dengan kandungan dan harga yang kompetitif dibandingkan produk komersial. Dietary fiber has benefits for digestion and reduces the risk of functional constipation. Sus (cream puff) is a type of pastry favored by teenagers. This study aims to develop sus (cream puff) products substituting rice bran and beneng taro flour using an experimental design with a Completely Randomized Design (CRD) on three levels of treatment comparisons of wheat flour, rice bran, and beneng taro flour including F1 (70%:10%:20%), F2 (70%:15%:15%), and F3 (70%:20%:10%). Organoleptic tests were conducted on 35 semi-trained panelists including hedonic tests and hedonic quality tests. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney test. The selected formula was determined by the weighted sum method (WSM) and proximate analysis and dietary fiber were carried out. The results showed that the selected formula was F3 with a good overall level of organoleptic test acceptance. The selected formula provides 112 kcal of energy with 1,2 grams of dietary fiber per 50-gram serving, contributing to the adolescent RDA of 3,3-5,9%. Sus (cream puff), a substitute for rice bran and beneng taro flour, can be a snack alternative for teenagers, offering superior content and competitive prices compared to commercial products.

