Analisis Produksi dan Pendapatan Usahatani Singkong di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat
Abstract
Singkong merupakan komoditas strategis yang dapat menjadi pendukung diversifikasi pangan di Indonesia. Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah dengan volume produksi yang besar di Jawa Barat, mencatatkan laju pertumbuhan produktivitas tertinggi meski menghadapi tantangan penyusutan luas lahan. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi dan pendapatan usahatani singkong di Kabupaten Bogor. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan 36 petani responden yang ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan meliputi fungsi produksi Cobb-Douglas dan analisis pendapatan dengan metode residu. Variabel-variabel independen yang berpengaruh nyata terhadap produksi singkong adalah luas lahan dan pupuk NPK. Nilai R/C Ratio atas biaya tunai adalah sebesar 1,66 dan R/C Ratio atas biaya total adalah sebesar 1,16. Analisis pendapatan melalui Return to Total Capital dan Return to Farm Equity Capital menunjukkan imbal hasil sebesar 28,00% yang melampaui suku bunga perbankan. Return to Family Labor juga menunjukkan nilai balas hasil yang diterima petani telah melampaui standar gaji buruh tani setempat. Cassava is a strategic commodity that can support food diversification in Indonesia. Bogor Regency is one of the regions with the highest production volume in West Java, recording the highest productivity growth rate despite facing the challenge of shrinking land area. This study analyzes the factors influencing cassava production and farm income in Bogor Regency. Primary data were collected through interviews with 36 farmer respondents selected using purposive sampling. The analytical methods employed include the Cobb-Douglas production function and income analysis using the residual method. The independent variables with a significant impact on cassava production are land area and NPK fertilizer. The R/C Ratio for cash costs is 1.66, and the R/C Ratio for total costs is 1.16. Income analysis using Return on Total Capital and Return on Farm Equity Capital showed a return of 28.00%, which exceeded bank interest rates. Return on Family Labor also indicated that the returns received by farmers exceeded the standard wages of local farm laborers.
Collections
- UF - Agribusiness [4816]

