| dc.contributor.advisor | Adrianto, Luky | |
| dc.contributor.advisor | Kamal, Mohammad Mukhlis | |
| dc.contributor.author | Gozali, Irianies Cahya | |
| dc.date.accessioned | 2026-06-22T06:09:03Z | |
| dc.date.available | 2026-06-22T06:09:03Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173577 | |
| dc.description.abstract | Pemanfaatan hiu dan pari di Indonesia, khususnya di wilayah Muncar, Jawa
Timur, menghadapi tantangan yang kompleks. Tantangan tersebut mencakup status
konservasi sejumlah spesies yang tergolong rentan secara global, tingginya
ketergantungan masyarakat pesisir terhadap komoditas tersebut sebagai sumber
mata pencaharian dan protein, serta isu keamanan pangan yang muncul akibat
potensi kontaminasi logam berat. Tekanan eksploitasi yang terus meningkat dan
ketidaktepatan regulasi turut memperburuk kondisi populasi hiu dan pari di alam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi pemanfaatan hiu dan pari
dalam sistem sosial-ekologi, menilai kelayakan konsumsi daging hiu dan pari
berdasarkan kandungan logam berat dan nilai gizi, serta merumuskan rekomendasi
pengelolaan yang berkelanjutan berbasis pendekatan sosial-ekologi.
Penelitian mengintegrasikan data empiris lapangan dengan analisis multi-
metode. Pendekatan sosial-ekologi digunakan untuk mengidentifikasi entitas aktor
dan entitas ekologi yang terlibat dalam pemanfaatan hiu dan pari, serta memetakan
situasi aksi (action situations) pada berbagai tingkat interaksi. Analisis keamanan
pangan dilakukan melalui pengukuran empat jenis logam berat (As, Pb, Hg, Cd)
mengacu pada standar SNI, dan batasan konsumsi dari SNI, BPOM, dan FAO.
Selanjutnya, analisis fuzzy logic diterapkan untuk mengevaluasi keberlanjutan
pemanfaatan berdasarkan faktor sosial (preferensi konsumsi), faktor ekologi (status
konservasi dan kandungan merkuri), serta kandungan protein.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan hiu dan pari di Muncar
melibatkan jejaring aktor yang luas, meliputi nelayan, pengepul, pengasap,
pedagang ikan, pemerintah daerah, dan penyuluh perikanan. Interaksi antar aktor
mencerminkan ketergantungan ekonomi dan sosial yang kuat, terutama antara
nelayan dan pengepul sebagai penyedia modal dan pasar. Secara ekologis, hiu dan
pari berperan sebagai predator tingkat trofik tinggi yang berinteraksi dengan ikan
target, sedangkan interaksi sosial-ekologi tercermin pada praktik penangkapan yang
menghasilkan tangkapan utama dan sampingan (bycatch) ikan hiu dan pari secara
bersamaan.
Analisis kandungan logam berat menunjukkan variasi antar spesies.
Konsentrasi merkuri tertinggi ditemukan pada Carcharhinus amblyrhynchos (0,96
mg/kg), kadmium pada Mobula thurstoni (0,07 mg/kg), timbal pada Carcharhinus
amblyrhynchos (0,20 mg/kg), dan arsen pada Neotrygon orientalis (2,53 mg/kg).
Sementara itu, kandungan protein pada delapan spesies yang dianalisis menunjukan
jenis ikan dengan kategori sedang hingga tinggi protein. Hal ini menunjukkan
potensi sebagai sumber pangan, namun tetap memerlukan perhatian terhadap risiko
kontaminasi logam berat.
Hasil analisis fuzzy logic menunjukkan bahwa pengelolaan berbasis spesies
merupakan pendekatan yang paling efektif dalam mendukung pemanfaatan ikan hiu
dan pari yang berkelanjutan serta menjaga tradisi konsumsi dan eksistensi mata
pencaharian. Spesies pari dari famili Dasyatidae, khususnya peda jenis Taeniura
lymma dan Neotrygon orientalis, kedua spesies ini memperoleh nilai rekomendasi
tertinggi berdasarkan kombinasi faktor sosial-ekologi dan nilai gizi. Meskipun
demikian, pemanfaatan kedua spesies ini tetap membutuhkan pengawasan ketat
untuk mencegah tekanan berlebih yang dapat mengancam kelestariannya. Terlebih,
hasil rekomendasi pada studi tidak dapat dipandang sebagai keputusan final, namun
harus terus dievaluasi melalui pengamatan lapangan, serta integrasi informasi
ilmiah terbaru untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung tujuan dari
konservasi hiu dan pari di Muncar dalam jangka panjang. | |
| dc.description.abstract | The utilization of sharks and rays in Indonesia, particularly in the Muncar
region of East Java, faces complex challenges. These challenges include the
conservation status of several species that are globally categorized as vulnerable,
the high dependence of coastal communities on these commodities as sources of
livelihood and protein, and food-safety concerns arising from potential heavy-metal
contamination. Increasing exploitation pressure and inadequate regulatory
measures further exacerbate the decline of shark and ray populations in the wild.
This study aims to analyse the interactions within shark and ray utilization in the
social–ecological system, assess the feasibility of consuming shark and ray meat
based on heavy-metal content and nutritional value, and formulate sustainable
management recommendations grounded in a social–ecological approach.
This research integrates empirical field data with a multi-method analytical
framework. The social–ecological approach is employed to identify the social
actors and ecological entities involved in shark and ray utilization, as well as to map
action situations across different levels of interaction. Food-safety analysis was
conducted by measuring four types of heavy metals (As, Pb, Hg, Cd) in accordance
with SNI standards and consumption limits established by SNI, BPOM, and FAO.
Furthermore, fuzzy-logic analysis was applied to evaluate the sustainability of
utilization based on social factors (consumer preferences), ecological factors
(conservation status and mercury concentration), and nutritional aspects (protein
content).
The findings indicate that shark and ray utilization in Muncar involves an
extensive network of actors, including fishers, middlemen, fish smokers, fish
vendors, local government, and fisheries extension officers. Interactions among
these actors reflect strong economic and social interdependencies, particularly
between fishers and middlemen, who serve as providers of both capital and market
access. Ecologically, sharks and rays function as high-trophic-level predators
interacting with target fish species, while social–ecological interactions are
reflected in fishing practices that simultaneously produce both target catches and
bycatch of sharks and rays.
Heavy-metal analysis shows substantial variation across species. The highest
mercury concentration was found in C. amblyrhynchos (0,96 mg/kg), cadmium
in M. thurstoni (0,07 mg/kg), lead in C. amblyrhynchos (0,20 mg/kg), and arsenic
in N. orientalis (2,53 mg/kg). Meanwhile, the protein content of the eight analysed
species falls within the medium to high category. These findings indicate their
potential as food sources, although risks associated with heavy-metal contamination
require careful consideration.
Results of the fuzzy-logic analysis show that species-based management is
the most effective approach to support sustainable shark and ray utilization while
maintaining local consumption traditions and livelihood continuity. Ray species
from the family Dasyatidae, particularly Taeniura lymma and Neotrygon orientalis
received the highest recommendation scores based on the combination of social–
ecological factors and nutritional value. Nevertheless, the utilization of these
species still requires strict monitoring to prevent excessive pressure that may
threaten their sustainability. Moreover, the recommendations from this study should
not be regarded as final decisions; instead, they must be continuously evaluated
through field monitoring and the integration of updated scientific information to
ensure their effectiveness in supporting long-term shark and ray conservation in
Muncar. | |
| dc.description.sponsorship | WWF Education for Nature | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Pendekatan Sosial-Ekologi Pemanfaatan Hiu dan Pari di Muncar, Jawa Timur: Implikasi Bagi Konservasi | id |
| dc.title.alternative | A Social-Ecological Approach to the Utilization of Sharks and Rays in Muncar, East Java: Implications for Conservation | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | sosial ekologi | id |
| dc.subject.keyword | elasmobranch | id |
| dc.subject.keyword | Fuzzy Logic | id |
| dc.subject.keyword | Social Ecolocical - Action Situation (SE-AS) | id |
| dc.subject.keyword | konservasi | id |