Dinamika Hubungan Sosial-Ekologi Rumah Tangga dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Taman Nasional Lore Lindu (Kasus: Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi).
Date
2026Jenis/Type
SkripsiAuthor
SALSABILLA, PRADANI
Dharmawan, Arya Hadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika hubungan sosial-ekologi rumah tangga petani, sistem penghidupan, pengelolaan sumber daya alam, dan pengembangan masyarakat rumah tangga petani di Desa Bobo yang berbatasan dengan Taman Nasional Lore Lindu. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan pengumpulan data kuantitatif melalui survei dan data kualitatif melalui wawancara mendalam serta observasi lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penghidupan rumah tangga petani berasal dari sektor on-farm, off-farm, non-farm, dan kehutanan serta menerapkan ragam startegi nafkah. Hubungan sosial-ekologi rumah tangga petani dengan kawasan hutan berubah dari eksploitatif menjadi adaptif, konservatif, dan restoratif. Masih terdapat perbedaan tingkat keseimbangan antara rumah tangga anggota LPKD dan non-LPKD dalam pengelolaan sumber daya alam. Oleh karena itu, diperlukan ppengembangan masyarakat yang sesuai dengan hubungan sosial-ekologi masing-masing kelompok rumah tangga This study aims to analyze the dynamics of farmer households’ social-ecological relationships, livelihood systems, natural resource management, and community development in Bobo Village, which borders Lore Lindu National Park. A mixed-methods approach was employed, combining quantitative data collected through surveys with qualitative data obtained from in-depth interviews and field observations. The findings show that farmer households derive their livelihoods from on-farm, off-farm, non-farm, and forestry and employ various livelihood strategies. The social-ecological relationships between farmer households and the forest area have shifted from exploitative toward adaptive, conservation, and restorative. Differences in participation levels between households of LPKD and non-LPKD remain evident in natural resource management practices. Therefore, community development programs should be designed in accordance with the distinct social-ecological relationships of each household group

