Performa dan Organ Reproduksi Puyuh Petelur Umur 4-12 Minggu dengan Pemberian Ransum yang Disuplementasi Fe Organik
Abstract
Besi (Fe) berperan dalam transportasi oksigen, transfer elektron, dan sintesis
DNA. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suplementasi Fe dalam
ransum terhadap performa produksi dan perkembangan organ reproduksi puyuh
umur 4–12 minggu. Penelitian menggunakan 300 ekor puyuh yang dipelihara
selama 8 minggu dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan
dan 5 ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (P0 + 50 ppm Fe), P2 (P0 + 100 ppm Fe), dan
P3 (P0 + 150 ppm Fe). Peubah yang diamati meliputi konsumsi pakan, quail day
production, massa telur, bobot telur, mortalitas, feed conversion ratio, dan organ
reproduksi. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan jika
terdapat perbedaan yang signifikan dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa suplementasi Fe sebesar 150 ppm berpengaruh nyata (P<0,05)
meningkatkan quail day production, dan massa telur, serta menurunkan feed
conversion ratio. Pemberian suplementasi Fe tidak menunjukkan pengaruh nyata
(P>0,05) terhadap konsumsi pakan, bobot telur, serta bobot dan panjang relatif
organ reproduksi. Simpulan dari penelitian ini adalah suplementasi mineral Fe
dengan dosis 150 ppm dapat meningkat performa produksi puyuh tanpa
berpengaruh buruk terhadap saluran reproduksi.

