| dc.description.abstract | Kecukupan nutrien induk domba pada periode akhir kebuntingan dan awal laktasi berperan penting dalam mendukung performa reproduksi induk serta pertumbuhan anak domba. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsentrat flushing akhir kebuntingan dengan sumber asam lemak berbeda terhadap performa reproduksi, status metabolik induk, kualitas kolostrum, tingkah laku neonatal, serta performa anak domba yang dihasilkan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 15 ekor induk domba, umur kebuntingan empat bulan dengan bobot badan 35,70 ± 5,32 kg. Induk domba dialokasikan ke dalam tiga perlakuan, yaitu R1 = minyak sawit (asam palmitat; SFA), R2 = minyak ikan lemuru (EPA dan DHA; UFA hewani), dan R3 = minyak kedelai (asam linoleat dan a-linolenat; UFA nabati). Konsentrat flushing disusun isoenergi dan isoprotein, dengan total omega-3 sebanding pada R2 dan R3, dengan periode pemberian 2-3 minggu pada akhir kebuntingan dan 2 minggu awal laktasi. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi lemak kasar dan serat kasar induk domba selama periode flushing berbeda nyata (P<0,05) dengan rataan konsumsi lemak kasar sebesar 47,60; 21,30 dan 48,80 g ekor?¹ hari?¹, serta konsumsi serat kasar sebesar 101,45; 89,68 dan 110,53 g ekor?¹ hari?¹ untuk perlakuan R1, R2, dan R3. Bobot badan induk domba tidak dipengaruhi oleh perlakuan (P>0,05) dan mengalami penurunan pasca partus 16,72-19,08%. Performa reproduksi, meliputi litter size, bobot lahir, dan litter birth weight, tidak dipengaruhi perlakuan flushing (P>0,05), meskipun terdapat kecenderungan proporsi anak jantan lebih tinggi pada perlakuan minyak ikan lemuru. Kualitas kolostrum dipengaruhi oleh perlakuan (P<0,05), dengan volume ambing tertinggi pada R1 dan konsentrasi imunoglobulin G (IgG) tertinggi pada R2. Profil hematologi dan konsentrasi glukosa plasma induk domba tidak dipengaruhi oleh perlakuan (P>0,05) dan berada dalam rentang normal, sedangkan konsentrasi kolesterol dan trigliserida berbeda nyata pada 14 hari postpartum (P<0,05), sebagai respons adaptasi metabolik induk pada awal laktasi. Perlakuan pada induk domba berpengaruh nyata terhadap tingkah laku neonatal anak domba (P<0,05), ditunjukkan waktu berdiri dan menyusu pertama yang lebih cepat pada perlakuan R2 dan R3. Bobot badan dan ukuran morfometrik anak domba tidak dipengaruhi oleh perlakuan flushing induk (P>0,05) dengan rataan PBBH berkisar 214–253 g ekor?¹ hari?¹. Profil hematologi dan metabolit darah anak domba tidak berbeda nyata antarperlakuan (P>0,05) dan berada dalam rentang fisiologis normal. Disimpulkan bahwa penggunaan sumber asam lemak tak jenuh dalam konsentrat flushing berpotensi meningkatkan kualitas kolostrum dan respon neonatal anak domba, namun belum memberikan pengaruh nyata terhadap performa reproduksi induk, status metabolik dan pertumbuhan awal anak domba. | |