Show simple item record

dc.contributor.advisorPutri, Tursina Andita
dc.contributor.authorMARSELLINA, ELISA
dc.date.accessioned2026-06-17T06:45:00Z
dc.date.available2026-06-17T06:45:00Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173455
dc.description.abstractPOC Nusantara diproduksi melalui fermentasi selama 20 hari yang mencakup pencacahan limbah sayuran, pencampuran dengan EM4 dan molase, fermentasi, hingga pengemasan. Produksi dilakukan satu kali per bulan dengan kapasitas 500 liter yang ditetapkan berdasarkan target pangsa pasar sebesar 6,88% dari kebutuhan POC di Kabupaten Bogor serta disesuaikan dengan kemampuan operasional usaha skala kecil. Produk yang dihasilkan berupa pupuk organik cair yang praktis, ramah lingkungan, dan memiliki harga terjangkau. Analisis pasar menunjukkan potensi yang menjanjikan, khususnya di wilayah Jabodetabek, dengan mayoritas responden berusia 31-41 tahun dan berprofesi sebagai petani. Sebanyak 96,7% responden merasakan peningkatan bunga dan buah, serta 63,3% tidak mengalami kendala dalam penggunaan POC. Perencanaan usaha menggunakan pendekatan business model canvas (BMC) yang menghasilkan sembilan elemen bisnis terintegrasi, dengan distribusi dilakukan secara offline dan online. Proyeksi keuangan menunjukkan bahwa usaha POC Nusantara layak dan menguntungkan pada tahun ke-2 hingga ke-5 dengan nilai R/C ratio > 1. Keuntungan usaha meningkat hingga Rp66.250.000 pada tahun ke-4 dan ke-5, serta mencapai titik impas (BEP) pada penjualan 494 unit atau Rp7.410.000 per bulan.
dc.description.abstractPOC Nusantara is produced through a 20-day fermentation process consisting of vegetable waste chopping, mixing with EM4 and molasses, fermentation, and packaging. Production is carried out once a month with a capacity of 500 liters, determined based on a 6.88% market share target of POC demand in Bogor Regency and adjusted to the operational capacity of a small-scale business. The product is a practical, environmentally friendly, and affordable liquid organic fertilizer. Market analysis indicated promising potential, particularly in the Greater Jakarta area, with most respondents aged 31-41 years and working as farmers. A total of 96.7% of respondents experienced increased flowering and fruiting, while 63.3% reported no difficulties in using the product. Business planning was conducted using the business model canvas (BMC) approach, resulting in nine integrated business elements with both offline and online distribution channels. Financial projections showed that the POC Nusantara business is feasible and profitable from the second to the fifth year, with an R/C ratio > 1. Profit increased up to Rp66.250.000 in the fourth and fifth years, while the business reached the break-even point (BEP) at sales of 494 units or Rp7.410.000 per month.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerencanaan Bisnis Pupuk Organik Cair dari Limbah Sayuran pada Hidroponik Nusantaraid
dc.title.alternativeBusiness Planning of Liquid Organic Fertilizer from Vegetable Waste at Hidroponik Nusantara
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordbusiness model canvasid
dc.subject.keywordliquid organic fertilizerid
dc.subject.keywordvegetableid
dc.subject.keywordwasteid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record