Strategi Pengembangan Cash Waqf Linked Sukuk untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan: Studi Kasus Kabupaten Bogor
Date
2026Author
FAUZIYAH, SYIFA NUR
Hasanah, Neneng
Probokawuryan, Mutiara
Metadata
Show full item recordAbstract
Permasalahan sampah di Kabupaten Bogor masih menjadi tantangan besar seiring dengan peningkatan volume sampah yang tidak sebanding dengan kapasitas pelayanan. Keterbatasan anggaran daerah (APBD) menjadi kendala fundamental, sehingga diperlukan sumber pendanaan alternatif. Penelitian ini menganalisis potensi Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) sebagai solusi pendanaan pengelolaan sampah berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor internal dan eksternal, serta merumuskan strategi pengembangan CWLS untuk pengelolaan sampah di Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan adalah Analytic Network Process (ANP) dengan pendekatan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria peluang memiliki bobot prioritas tertinggi di antara kriteria lainnya. Strategi prioritas yang direkomendasikan adalah membangun kolaborasi strategis multistakeholder yang kuat (hexahelix) untuk mendukung implementasi ekosistem CWLS yang efektif dan berkelanjutan. Waste management in Bogor Regency remains a significant challenge as the increasing volume of waste continues to outpace existing service capacity. Limited local government budget (APBD) constitutes a fundamental constraint, thereby necessitating alternative sources of financing. This study examines the potential of Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) as a financing solution for sustainable waste management. The objective of this study is to identify internal and external factors and to formulate development strategies for CWLS in the context of waste management in Bogor Regency. The study employs the Analytic Network Process (ANP) with a SWOT approach. The findings indicate that the opportunity criterion holds the highest priority weight among all criteria. Accordingly, the priority strategy recommended is to establish a robust multistakeholder strategic collaboration (hexahelix) to support the implementation of an effective and sustainable CWLS ecosystem.
Collections
- UT - Syariah Economic [568]

