Analisis Strategi Pengembangan Bisnis Batik Handayani Geulis di Bogor
Date
2026Author
Budhie, Sri Ratna Handayani
Suroso, Arif Imam
Asnawi, Yudha Heryawan
Metadata
Show full item recordAbstract
Handayani Geulis merupakan salah satu UMKM di Kota Bogor yang bergerak di sektor usaha batik dan telah menciptakan berbagai motif batik yang khas berbasis kearifan lokal. Handayani Geulis secara konsisten terus memproduksi dan memberikan edukasi tentang batik. Akan tetapi, dalam perjalanan usahanya, Handayani Geulis juga mengalami stagnasi penjualan, khususnya dalam empat tahun terakhir. Salah satu program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu “UMKM Naik Kelas” menghadirkan solusi bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah, yang diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang dapat menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk peluang ekspor, sehingga dapat mengatasi stagnasi penjualan dalam industri yang semakin kompetitif.
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model bisnis baru Handayani Geulis melalui pendekatan Business Model Canvas (BMC) yang diselaraskan dengan pilar-pilar UMKM Naik Kelas. Metode yang digunakan dalam merumuskan model bisnis baru meliputi analisis faktor internal dan eksternal, analisis SWOT serta penyelarasan strategi dengan pilar-pilar UMKM Naik Kelas. Analisis faktor internal menggunakan metode value chain analysis, sedangkan analisis faktor eksternal menggunakan metode industry foresight dan Porter’s five analysis. Hasil analisis faktor internal dan eksternal serta analisis SWOT tersebut selanjutnya diselaraskan dengan pilar-pilar UMKM Naik Kelas untuk digunakan dalam merumuskan BMC baru yang dapat diterapkan oleh Handayani Geulis.
Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen-eleman pada BMC eksisting Handayani Geulis secara umum telah berjalan dengan baik, namun terdapat kelemahan pada aspek saluran distribusi digital dan penetrasi pasar anak muda. Melalui analisis SWOT dan matriks IE, diperoleh strategi prioritas berupa penguatan pemasaran digital, pengembangan produk kreatif untuk generasi muda, serta pemanfaatan platform e-commerce. Selanjutnya, rumusan strategi prioritas diselaraskan dengan pilar-pilar UMKM Naik Kelas, yang diarahkan pada peningkatan nilai tambah produk dan usaha melalui empat pilar utama, yaitu digitalisasi, legalitas dan sertifikasi, akses pembiayaan dan akses pasar. Dari hasil analisis, kemudian disusun rancangan BMC baru yang dapat diimplementasikan oleh Handayani Geulis di masa mendatang. Dengan demikian, BMC yang baru diharapkan dapat menjadi landasan bagi Handayani Geulis untuk menjadi UMKM yang mampu naik kelas dan bertransformasi menjadi pelaku usaha yang berkelanjutan. Handayani Geulis is one of the MSMEs in Bogor city engaged in the batik industry and has created various distinctive batik motifs rooted in local cultural wisdom. Handayani Geulis consistently focused on batik production and educational activities. However, throughout its business journey, Handayani Geulis has also experienced sales stagnation, particularly over the past four years. One of the programs initiated by the West Java Provincial Government, “UMKM Naik Kelas”, provides solutions for business owners to enhance the competitiveness of micro, small, and medium enterprises. This program is expected to create an ecosystem that enables broader market access, including export opportunities, thereby helping to overcome sales stagnation within an increasingly competitive industry.
This study aims to formulate a new business model for Handayani Geulis using the Business Model Canvas (BMC) approach in alignment with the pillars of the UMKM Naik Kelas program. The method used in developing the new business model includes internal and external factor analysis, SWOT analysis, and strategic alignment with the UMKM Naik Kelas pillars. Internal factor analysis was conducted using value chain analysis, while external factor analysis was conducted through industry foresight and Porter’s five forces framework. The results of these assessments, combined with the SWOT analysis, were aligned with the UMKM Naik Kelas pillars to formulate an improved BMC suitable for Handayani Geulis.
The analysis indicates that the elements of Handayani Geulis’s existing BMC are generally well-established, although weaknesses were identified in the areas of digital distribution channels and market penetration among younger consumer segments. Through the SWOT analysis and the IE matrix, priority strategies were identified, including strengthening digital marketing, developing creative products for younger generations, and utilizing an e-commerce platform. These priority strategies were subsequently aligned with the UMKM Naik Kelas pillars, which emphasize increasing product and business value through four main pillars, such as digitalization, legality and certification, access to financing, and access to markets. Based on these findings, a redesigned BMC was formulated for future implementation by Handayani Geulis. The new BMC is expected to serve as a strategic foundation for Handayani Geulis to upgrade its business performance and transition toward becoming a sustainable and competitive MSME.
Collections
- MT - Business [4125]

