Pengaruh Pola Kemitraan terhadap Nilai Tambah Usaha Industri Mikro dan Kecil (IMK) Makanan
Abstract
Industri makanan memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional, baik dari sisi jumlah pelaku usaha, persebaran wilayah, maupun kontribusinya terhadap nilai tambah sektor manufaktur. Namun, pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala seperti meningkatnya persaingan dan tuntutan konsumen yang semakin dinamis. Kemitraan usaha menjadi salah satu strategi untuk mendukung pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pola kemitraan terhadap nilai tambah Industri Mikro dan Kecil (IMK) sektor makanan. Data yang digunakan merupakan data sekunder Survei IMK 2023 dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan 26.025 unit usaha. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan variabel kemitraan serta variabel kontrol, yaitu lama usaha, skala usaha, pendidikan pemilik, umur pengusaha, penggunaan penjualan online, dan kepemilikan sertifikasi halal. Hasil menunjukkan bahwa kemitraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai tambah. Usaha yang bermitra memiliki nilai tambah sekitar 37 persen lebih tinggi dibandingkan yang tidak bermitra. Pola inti–plasma memberikan pengaruh terbesar, diikuti perdagangan umum dan bagi hasil, sedangkan pola lainnya tidak signifikan.
Collections
- UF - Agribusiness [4816]

