Pengaruh Kemitraan terhadap Risiko Usahatani Padi di Kabupaten Ngawi Jawa Timur
Abstract
Kabupaten Ngawi merupakan salah satu sentra produksi padi tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Selama lima tahun terakhir petani mengalami fluktuasi produksi dan harga yang dapat berdampak pada keuntungan, serta menimbulkan risiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kemitraan terhadap tingkat risiko produksi, risiko harga, dan risiko keuntungan usahatani padi. Data primer diperoleh dari 75 petani mitra dan 75 petani non mitra pada musim tanam dua tahun 2025. Analisis faktor-faktor produksi yang memengaruhi risiko produksi dilakukan menggunakan model Just and Pope, sedangkan koefisien variasi digunakan untuk menganalisis risiko harga dan risiko keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan meningkatkan produksi petani, namun petani mitra menghadapi tingkat risiko produksi yang lebih tinggi dibandingkan petani non mitra. Variabel benih, pestisida, tenaga kerja, dan jumlah jenis hama berpengaruh signifikan terhadap risiko produksi. Selain itu, pentani mitra menghadapi risiko harga dan risiko keuntungan lebih rendah dibandingkan petani non mitra. Usahatani padi petani mitra lebih menguntungkan (R/C rasio=2,05), meskipun usahatani padi petani non mitra juga menguntungkan dan efisien. Pola kemitraan mampu mengurangi risiko petani khususnya terhadap risiko harga dan risiko keuntungan. Ngawi Regency is one of the highest rice production centers in East Java Province. Over the past five years, farmers have experienced fluctuations in production and prices that can affect profitability and generate risks. This study aims to analyze the effect of partnership on production risk, price risk, and profit risk in rice farming. Primary data were collected from 75 partner farmers and 75 non-partner farmers during the second planting season of 2025. The Just and Pope model was used to analyze production factors affecting production risk, while the coefficient of variation was used to analyze price risk and profit risk. The results show that partnership increases farmers' production; however, partner farmers face a higher level of production risk compared to non-partner farmers. Seed, pesticide, labor, and the number of pest types significantly affect production risk. Furthermore, partner farmers face lower price risk and profit risk than non-partner farmers. Rice farming among partner farmers is more profitable (R/C ratio = 2.05), although non-partner farmers' rice farming is also profitable and efficient. The partnership scheme is capable of reducing farmers' risk, particularly in terms of price risk and profit risk.
Collections
- UT - Agribusiness [4801]

