Show simple item record

dc.contributor.advisorZamani, Neviaty Putri
dc.contributor.advisorSubhan, Beginer
dc.contributor.advisorRazak, Tries Blandine
dc.contributor.authorSudrajat, Jane Cita Syafitri
dc.date.accessioned2026-06-04T08:48:35Z
dc.date.available2026-06-04T08:48:35Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173238
dc.description.abstractTerumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang berperan penting sebagai substrat biologis yang menyediakan sumber pakan, tempat perlindungan, dan habitat bagi berbagai organisme asosiasi, termasuk ikan karang. Hubungan yang erat antara ikan karang dan karang hidup menyebabkan ikan rentan terhadap degradasi habitat dan penurunan tutupan karang. Saat ini, terumbu karang menghadapi ancaman lokal dan global yang berkontribusi terhadap berkurangnya tutupan karang hidup serta mengancam keberlanjutan komunitas ikan karang. Restorasi terumbu karang menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan laju degradasi tersebut. Sebagian besar proyek restorasi masih berfokus pada peningkatan tutupan karang sebagai indikator keberhasilan dan belum banyak disertai pemantauan ekologis jangka panjang. Pendekatan berbasis functional traits semakin banyak digunakan untuk memahami respon spesies terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis komposisi komunitas ikan dan dampak ekologis dari restorasi terumbu karang dengan menggunakan pendekatan functional traits. Penelitian ini dilaksanakan di Mars Coral Restoration Project, Pulau Bontosua, Spermonde, Sulawesi Selatan pada 24 Juni – 5 Juli 2024. Pengamatan dilakukan dengan penyelaman SCUBA di 20 stasiun menggunakan transek garis sepanjang 50 m dengan lima kuadrat berukuran 5 × 5 m di sisi kanan dan kiri transek. Analisis mencakup tutupan bentik, tutupan karang keras, dan indeks keanekaragaman Shannon–Wiener menggunakan generalized linear mixed-effect model (GLMM), serta analisis kelimpahan ikan dan functional diversity menggunakan generalized additive model (GAM), generalized linear mixed-effect model (GLMM), dan linear mixed-effect model (LMM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorasi terumbu karang meningkatkan tutupan karang (dari 40% menjadi 60%), kelimpahan ikan, serta jumlah functional entities (FE) yang mendekati kondisi terumbu sehat. Respon antar-FE bervariasi: solitary corallivore meningkat secara konsisten, benthic planktivore mencapai puncak pada tahap menengah, dan pelagic invertivore menurun. Variasi respon ini menunjukkan bahwa restorasi tidak selalu memberikan dampak positif bagi seluruh kelompok fungsional ikan, melainkan membentuk dinamika spesies yang diuntungkan (winners) dan dirugikan (losers) sesuai dengan karakteristik sifat fungsional masing-masing spesies.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleRespon Komunitas Ikan Terhadap Restorasi Terumbu Karang Melalui Pendekatan Functional Traits di Spermonde, Sulawesi Selatanid
dc.title.alternativeRespone of Reef Fish Communities to Coral Reef Restoration Using a Functional Traits Approach in Spermonde, South Sulawesi
dc.typeTesis
dc.subject.keywordFunctional traitsid
dc.subject.keywordikan karangid
dc.subject.keywordrestorasi terumbu karangid
dc.subject.keywordwinner-loser spesiesid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record