Respon Komunitas Ikan Terhadap Restorasi Terumbu Karang Melalui Pendekatan Functional Traits di Spermonde, Sulawesi Selatan
Date
2026Author
Sudrajat, Jane Cita Syafitri
Zamani, Neviaty Putri
Subhan, Beginer
Razak, Tries Blandine
Metadata
Show full item recordAbstract
Terumbu karang merupakan ekosistem pesisir yang berperan penting
sebagai substrat biologis yang menyediakan sumber pakan, tempat perlindungan,
dan habitat bagi berbagai organisme asosiasi, termasuk ikan karang. Hubungan
yang erat antara ikan karang dan karang hidup menyebabkan ikan rentan terhadap
degradasi habitat dan penurunan tutupan karang. Saat ini, terumbu karang
menghadapi ancaman lokal dan global yang berkontribusi terhadap berkurangnya
tutupan karang hidup serta mengancam keberlanjutan komunitas ikan karang.
Restorasi terumbu karang menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan
laju degradasi tersebut. Sebagian besar proyek restorasi masih berfokus pada
peningkatan tutupan karang sebagai indikator keberhasilan dan belum banyak
disertai pemantauan ekologis jangka panjang. Pendekatan berbasis functional traits
semakin banyak digunakan untuk memahami respon spesies terhadap perubahan
lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis komposisi komunitas ikan dan
dampak ekologis dari restorasi terumbu karang dengan menggunakan pendekatan
functional traits.
Penelitian ini dilaksanakan di Mars Coral Restoration Project, Pulau
Bontosua, Spermonde, Sulawesi Selatan pada 24 Juni – 5 Juli 2024. Pengamatan
dilakukan dengan penyelaman SCUBA di 20 stasiun menggunakan transek garis
sepanjang 50 m dengan lima kuadrat berukuran 5 × 5 m di sisi kanan dan kiri transek.
Analisis mencakup tutupan bentik, tutupan karang keras, dan indeks
keanekaragaman Shannon–Wiener menggunakan generalized linear mixed-effect
model (GLMM), serta analisis kelimpahan ikan dan functional diversity
menggunakan generalized additive model (GAM), generalized linear mixed-effect
model (GLMM), dan linear mixed-effect model (LMM). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa restorasi terumbu karang meningkatkan tutupan karang (dari
40% menjadi 60%), kelimpahan ikan, serta jumlah functional entities (FE) yang
mendekati kondisi terumbu sehat. Respon antar-FE bervariasi: solitary corallivore
meningkat secara konsisten, benthic planktivore mencapai puncak pada tahap
menengah, dan pelagic invertivore menurun. Variasi respon ini menunjukkan
bahwa restorasi tidak selalu memberikan dampak positif bagi seluruh kelompok
fungsional ikan, melainkan membentuk dinamika spesies yang diuntungkan
(winners) dan dirugikan (losers) sesuai dengan karakteristik sifat fungsional
masing-masing spesies.
Collections
- MT - Fisheries [3264]

