Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ekspor Cengkeh Indonesia Serta Perbandingan Kinerja dengan Madagaskar di Pasar Asia
Abstract
Indonesia dan Madagaskar merupakan dua produsen utama cengkeh dunia dengan pangsa pasar yang signifikan di kawasan Asia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ekspor cengkeh Indonesia serta membandingkan kinerja ekspor cengkeh (HS 0907) kedua negara di pasar Asia. Data periode 2005–2024 dianalisis menggunakan regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) dan metode Constant Market Share (CMS). Hasil regresi data panel menunjukkan bahwa harga ekspor dan GDP riil per kapita negara tujuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai ekspor cengkeh Indonesia, sedangkan nilai tukar riil berpengaruh negatif dan signifikan. Variabel jarak ekonomi, tarif impor, kebijakan SPS, TBT, serta COVID-19 tidak berpengaruh signifikan. Hasil analisis CMS menunjukkan bahwa pertumbuhan ekspor Indonesia pada ketiga periode pengamatan didorong secara seimbang oleh efek ukuran pasar, efek komposisi pasar, dan efek daya saing. Sebaliknya, pertumbuhan ekspor Madagaskar sangat bergantung pada efek ukuran pasar dengan efek komposisi pasar yang bernilai negatif pada seluruh periode. Temuan ini mengindikasikan bahwa Indonesia memiliki struktur pertumbuhan ekspor yang lebih adaptif dengan daya saing yang terjaga dibandingkan Madagaskar. Penguatan produktivitas, stabilitas harga, dan diversifikasi pasar diperlukan untuk mempertahankan kinerja ekspor cengkeh Indonesia di pasar Asia. Indonesia and Madagascar are the world's two leading clove producers with significant market shares in Asia. This study aims to analyze the factors influencing Indonesian clove exports and to compare the export performance of cloves (HS 0907) from both countries in the Asian market. Data from 2005 to 2024 were analyzed using panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM) approach and the Constant Market Share (CMS) method. The panel data regression results indicate that export prices and real GDP per capita of destination countries have a significant positive effect on Indonesian clove export value, while the real exchange rate has a significant negative effect. Economic distance, import tariffs, SPS and TBT policies, and the COVID-19 were not significant. The CMS analysis reveals that Indonesia's export growth across all three observation periods was driven by a balanced combination of the market size effect, market composition effect, and competitiveness effect. In contrast, Madagascar's export growth was predominantly driven by the market size effect, with a negative market composition effect throughout all periods. These findings indicate that Indonesia has a more adaptive export growth structure with sustained competitiveness compared to Madagascar. Strengthening productivity, price stability, and market diversification are necessary to maintain Indonesian clove export performance in the Asian market.
Collections
- UT - Agribusiness [4795]

