Peran Perempuan dalam Rumah Tangga Petani Di Lokasi Okupasi Tanah Eks-HGU PT Hevindo (Kasus: Blok Pasir Kolecer, Desa Nanggung, Kabuparten Bogor)
Abstract
Penelitian ini mengkaji permasalahan beban ganda dan ketimpangan gender pasca-redistribusi lahan eks-HGU. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik, peran gender, tingkat pemenuhan kebutuhan praktis dan strategis, serta hubungan antar variabel pada perempuan tani di Blok Pasir Kolecer. Metode penelitian yang digunakan adalah exploratory sequential mixed method melalui sensus 34 responden perempuan dalam rumah tangga petani utuh. Hasil penelitian menunjukkan kuatnya budaya patriarki menyebabkan perempuan menanggung beban ganda, mendominasi peran reproduktif sekaligus dituntut aktif secara produktif dan sosial. Mayoritas pemenuhan kebutuhan praktis perempuan tergolong rendah sedangkan kebutuhan strategis hanya terpenuhi di ranah rumah tangga.
Temuan baru membuktikan tingkat pendidikan berhubungan negatif signifikan dengan peran reproduktif dan sosial keagamaan, keaktifan berorganisasi berhubungan negatif dengan peran produktif di luar blok, serta jumlah tanggungan keluarga berhubungan negatif signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan praktis. Pemanfaatan lahan berbasis blok saat ini belum sensitif gender sehingga memerlukan perancangan yang lebih inklusif bagi perempuan. This study examines women’s double burden and gender inequality following the redistribution of ex-HGU land. It aims to identify gender roles, the fulfillment of women’s practical and strategic needs, and the relationships among variables among women farmers in Blok Pasir Kolecer. Using an exploratory sequential mixed-method approach, the study conducted a census of 34 women from intact farmer households. The results show that patriarchal culture causes women to dominate reproductive roles while remaining active in productive and social roles. Most practical needs remain poorly fulfilled, while strategic needs are
only fulfilled within the domestic sphere. The findings also reveal significant negative relationships between education level and reproductive and religious social roles, organizational participation and productive roles outside the block, as
well as family dependents and the fulfillment of practical needs. Current block based land utilization remains insufficiently gender-sensitive and requires a more inclusive design for women.

