| dc.description.abstract | Suhu lingkungan di daerah tropis yang melebihi zona nyaman puyuh dapat menyebabkan stres panas dan memicu stres oksidatif sehingga berdampak terhadap penurunan imunitas dan performa ternak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah melalui pemberian antioksidan alami. Tepung limbah daun selasih (Ocimum basilicum L.) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan dan antimikroba alami. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan tepung limbah daun selasih dalam pakan terhadap indikator stres, imunitas, dan performa puyuh periode grower. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 5 ulangan. Sebanyak 200 ekor puyuh betina umur 3 minggu digunakan dalam penelitian ini. Perlakuan terdiri atas P0 (kontrol), P1 (1,5% tepung limbah daun selasih), P2 (3%), dan P3 (4,5%). Parameter yang diamati meliputi indikator stres, imunitas, dan performa puyuh periode grower. Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung limbah daun selasih mengandung senyawa fenol, flavonoid, dan tanin yang berpotensi sebagai antioksidan alami. Penambahan tepung limbah daun selasih dalam pakan mampu menurunkan stres oksidatif yang ditunjukkan oleh meningkatnya aktivitas superoksida dismutase serta menurunnya kadar malondialdehida dan rasio heterofil/limfosit. Perlakuan juga meningkatkan kemampuan darah dalam membunuh Salmonella pullorum serta memperbaiki efisiensi penggunaan pakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan 3% tepung limbah daun selasih dalam pakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan 3% tepung limbah daun selasih dalam pakan mampu menurunkan stres oksidatif, meningkatkan imunitas, dan memperbaiki performa puyuh periode grower. | |