| dc.contributor.advisor | Novianti, Tanti | |
| dc.contributor.advisor | Sari, Linda Karlina | |
| dc.contributor.author | RIZKI, AULIA | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-20T00:10:40Z | |
| dc.date.available | 2026-05-20T00:10:40Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173109 | |
| dc.description.abstract | Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan merupakan kewajiban bagi perusahaan dalam sistem perlindungan tenaga kerja nasional. Namun, dalam praktiknya, masih terdapat perusahaan yang memandang kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hanya sebagai kewajiban administratif dan beban biaya tambahan. Padahal, dari perspektif manajemen risiko, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dapat berperan sebagai instrumen pengelolaan risiko perusahaan, khususnya pada risiko yang berkaitan dengan aspek hukum, finansial, operasional, dan reputasi. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perubahan profil risiko perusahaan sebelum dan sesudah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif dengan metode sebelum dan sesudah (before-after). Data primer diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 39 responden perusahaan yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Responden merupakan pihak yang memahami pengelolaan tenaga kerja dan kebijakan ketenagakerjaan di perusahaan, seperti pemilik usaha, manajer, atau staf Human Resource Development (HRD). Penilaian risiko dilakukan menggunakan dua parameter utama, yaitu likelihood dan impact, yang diukur dengan skala Likert 1–5. Risiko yang dianalisis dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yaitu risiko hukum, finansial, operasional, dan reputasi.
Data hasil kuesioner diolah menggunakan geometric mean untuk memperoleh nilai likelihood dan impact yang representatif. Selanjutnya, skor risiko dihitung melalui perkalian antara likelihood dan impact, kemudian dipetakan ke dalam risk matrix 5×5 untuk menentukan tingkat risiko sebelum dan sesudah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Pendekatan ini mengacu pada kerangka manajemen risiko ISO 31000:2018, khususnya pada proses identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, dan perlakuan risiko.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi sebelum kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, seluruh risiko yang dianalisis berada pada kategori rendah. Meskipun demikian, terdapat perbedaan tingkat eksposur antarjenis risiko, dengan risiko yang relatif lebih menonjol pada aspek pengawasan dan regulasi ketenagakerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan tetap menghadapi potensi risiko terkait pemenuhan kewajiban regulatif dan tata kelola ketenagakerjaan, meskipun secara umum masih berada pada level rendah.
Setelah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, seluruh risiko yang dianalisis mengalami penurunan skor dan tetap berada pada kategori rendah. Penurunan terjadi pada seluruh kategori risiko, baik hukum, finansial, operasional, maupun reputasi. Pada aspek hukum, penurunan risiko mencerminkan peningkatan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan. Pada aspek finansial, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan membantu mengurangi beban risiko yang sebelumnya berpotensi ditanggung langsung oleh perusahaan. Pada aspek operasional, penurunan risiko menunjukkan adanya peningkatan stabilitas tenaga kerja. Sementara pada aspek reputasi, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan memperkuat citra perusahaan sebagai entitas yang patuh dan bertanggung jawab terhadap perlindungan tenaga kerja.
Dalam perspektif ISO 31000:2018, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dapat dipahami sebagai bagian dari perlakuan risiko (risk treatment), khususnya melalui mekanisme risk transfer dan risk reduction. Sebagai risk transfer, BPJS Ketenagakerjaan membantu perusahaan mengalihkan sebagian konsekuensi risiko ketenagakerjaan melalui sistem jaminan sosial. Sebagai risk reduction, kepesertaan BPJS juga mendorong perusahaan menjadi lebih tertib dalam administrasi, kepatuhan regulasi, dan pengelolaan tenaga kerja. Namun demikian, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tidak menghilangkan risiko sepenuhnya, melainkan menurunkan eksposur risiko dan menyisakan risiko residual yang tetap perlu dikelola.
Manfaat penelitian ini bagi perusahaan adalah memberikan pemahaman bahwa BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban regulatif, tetapi juga sebagai bagian dari strategi manajemen risiko. Perusahaan perlu mengintegrasikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dengan pengendalian internal, penerapan standar operasional, pengelolaan sumber daya manusia, serta monitoring risiko secara berkala. Bagi BPJS Ketenagakerjaan, penelitian ini memberikan gambaran empiris bahwa program BPJS dapat membantu menurunkan profil risiko perusahaan. Temuan ini dapat menjadi masukan dalam meningkatkan sosialisasi, edukasi, kualitas pelayanan, kemudahan klaim, serta pendampingan kepada perusahaan agar manfaat program lebih optimal.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan berkontribusi dalam menurunkan eksposur risiko perusahaan pada aspek hukum, finansial, operasional, dan reputasi. Meskipun seluruh risiko tetap berada pada kategori rendah, penurunan skor menunjukkan adanya penguatan pengelolaan risiko setelah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. | |
| dc.description.abstract | Participation in BPJS Ketenagakerjaan is a mandatory requirement for companies within Indonesia’s national labor protection system. However, in practice, some companies still perceive BPJS Ketenagakerjaan participation merely as an administrative obligation and an additional cost burden. From a risk management perspective, BPJS Ketenagakerjaan participation can serve as an instrument for managing corporate risks, particularly risks related to legal, financial, operational, and reputational aspects. Therefore, this study was conducted to analyze changes in corporate risk profiles before and after participation in BPJS Ketenagakerjaan.
This study employed a quantitative descriptive-comparative approach using a before-and-after method. Primary data were collected through questionnaires distributed to 39 company respondents that had become participants in BPJS Ketenagakerjaan. The respondents were individuals who understood labor management and employment policies within their companies, such as business owners, managers, or Human Resource Development (HRD) staff. Risk assessment was conducted using two main parameters, namely likelihood and impact, measured on a 1–5 Likert scale. The risks analyzed were classified into four main categories: legal, financial, operational, and reputational risks.
The questionnaire data were processed using the geometric mean to obtain representative likelihood and impact values. The risk score was then calculated by multiplying likelihood and impact, and subsequently mapped into a 5×5 risk matrix to determine risk levels before and after participation in BPJS Ketenagakerjaan. This approach refers to the ISO 31000:2018 risk management framework, particularly the processes of risk identification, risk analysis, risk evaluation, and risk treatment.
The results show that, before participation in BPJS Ketenagakerjaan, all analyzed risks were in the low category. Nevertheless, there were differences in exposure levels among the types of risk, with relatively more prominent risks related to labor supervision and regulatory compliance. This indicates that before participating in BPJS Ketenagakerjaan, companies still faced potential risks related to fulfilling regulatory obligations and labor governance, although the overall level of risk remained low.
After participation in BPJS Ketenagakerjaan, all analyzed risks showed a decrease in risk scores and remained in the low category. The decrease occurred across all risk categories, including legal, financial, operational, and reputational risks. In the legal aspect, the reduction in risk reflects improved corporate compliance with labor regulations. In the financial aspect, BPJS Ketenagakerjaan participation helped reduce risks that could previously have been borne directly by companies. In the operational aspect, the decrease in risk indicates improved workforce stability. Meanwhile, in the reputational aspect, BPJS Ketenagakerjaan participation strengthened the company’s image as an entity that is compliant and responsible for labor protection.
From the perspective of ISO 31000:2018, participation in BPJS Ketenagakerjaan can be understood as part of risk treatment, particularly through risk transfer and risk reduction mechanisms. As a form of risk transfer, BPJS Ketenagakerjaan helps companies transfer part of the consequences of employment-related risks through the social security system. As a form of risk reduction, BPJS participation also encourages companies to become more orderly in administration, regulatory compliance, and workforce management. However, BPJS Ketenagakerjaan participation does not eliminate risk entirely; instead, it reduces risk exposure and leaves residual risks that still need to be managed.
The benefit of this study for companies is that it provides an understanding that BPJS Ketenagakerjaan is not only a regulatory obligation but also part of a risk management strategy. Companies need to integrate BPJS Ketenagakerjaan participation with internal controls, standard operating procedures, human resource management, and periodic risk monitoring. For BPJS Ketenagakerjaan, this study provides empirical evidence that BPJS programs can help reduce corporate risk profiles. These findings can serve as input for improving outreach, education, service quality, ease of claims, and assistance to companies so that program benefits can be optimized.
Overall, this study concludes that BPJS Ketenagakerjaan participation contributes to reducing corporate risk exposure in legal, financial, operational, and reputational aspects. Although all risks remain in the low category, the decrease in risk scores indicates strengthened risk management after participation in BPJS Ketenagakerjaan. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Komparasi Risiko Perusahaan Sebelum dan Sesudah Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan | id |
| dc.title.alternative | Comparative Analysis of Corporate Risk Before and After Participation in BPJS Ketenagakerjaan | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | Manajemen Risiko | id |
| dc.subject.keyword | BPJS Ketenagakerjaan | id |
| dc.subject.keyword | ISO 31000 | id |
| dc.subject.keyword | risk management | id |