| dc.contributor.advisor | Indriana, Hana | |
| dc.contributor.author | Ramadandra, Safan Parna | |
| dc.date.accessioned | 2026-05-15T06:06:56Z | |
| dc.date.available | 2026-05-15T06:06:56Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173084 | |
| dc.description.abstract | Pengembangan desa wisata merupakan salah satu upaya dalam mendorong pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Desa Benteng yang berkembang menjadi Desa Wisata Benteng menunjukkan adanya dinamika perubahan sosial di masyarakat. Modal sosial yang terdiri dari kepercayaan, norma, dan jaringan sosial menjadi salah satu unsur penting dalam kehidupan masyarakat desa wisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara derajat keberfungsian modal sosial dengan sikap masyarakat terhadap perubahan sosial di Desa Wisata Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 44 responden dengan unit analisis individu dengan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat yang signifikan antara derajat keberfungsian modal sosial dengan sikap masyarakat terhadap perubahan sosial. Temuan menunjukkan bahwa derajat keberfungsian modal sosial berada pada kategori sedang, dan sikap masyarakat terhadap perubahan sosial pun berada pada kategori yang sama. | |
| dc.description.abstract | The development of tourism villages is one of the efforts to encourage rural development and improve community welfare through the utilization of local potential. Benteng Village, which has developed into Benteng Tourism Village, shows the existence of social change dynamics within the community. Social capital, which consists of trust, norms, and social networks, becomes an important element in the life of tourism village communities. This study aims to analyze the correlation between the degree of social capital functionality and community attitudes toward social change in Benteng Tourism Village, Ciampea District, Bogor Regency. The method used was accidental sampling with a total of 44 respondents and the unit of analysis was individuals, using a quantitative approach supported by qualitative data. The results show that there is a significant and strong correlation between the degree of social capital functionality and community attitudes toward social change. The findings indicate that the degree of social capital functionality is in the moderate category, and community attitudes toward social change is also in the same category. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Social Capital | id |
| dc.subject.ddc | Communictaion Development | id |
| dc.title | Hubungan Derajat Keberfungsian Modal Sosial dengan Sikap Masyarakat terhadap Perubahan Sosial (Kasus: Desa Wisata Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor) | id |
| dc.title.alternative | The Correlation between the Degree of Social Capital Functionality and Community Attitudes toward Social Change (Case: Benteng Tourism Village, Ciampea District, Bogor Regency) | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | Desa Wisata | id |
| dc.subject.keyword | Modal Sosial | id |
| dc.subject.keyword | perubahan sosial | id |
| dc.subject.keyword | Sikap Masyarakat | id |
| dc.subject.keyword | Community Attitudes | id |
| dc.subject.keyword | Social Capital | id |
| dc.subject.keyword | social change | id |
| dc.subject.keyword | Tourism Village | id |