Show simple item record

dc.contributor.advisorPermana, Idat Galih
dc.contributor.advisorDespal
dc.contributor.authorApriliana, Tri Wahyu
dc.date.accessioned2026-05-07T22:45:15Z
dc.date.available2026-05-07T22:45:15Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173054
dc.description.abstractProduksi susu dan kualitas susu, utamanya protein susu, pada sapi perah di Indonesia masih rendah sehingga perlu ditingkatkan. Ketinggian wilayah yang bervariasi di Indonesia memengaruhi produksi susu dan protein susu karena adanya perbedaan mikroklimat yang tercermin dalam nilai temperature-humidity index (THI). Selain itu, variasi ketinggian wilayah juga berkaitan dengan perbedaan ransum yang diberikan pada ternak, yang dipengaruhi oleh perbedaan potensi dan ketersediaan bahan pakan di masing-masing wilayah. Peternakan sapi perah rakyat yang mendominasi sektor persusuan nasional menunjukkan variasi yang cukup besar dalam praktik pemberian ransum. Perbedaan komposisi ransum menyebabkan perbedaan pasokan dan variasi kecukupan makro- dan mikronutrien yang dibutuhkan untuk sintesis susu, seperti zink dan sulfur. Selain itu, perbedaan ransum juga memengaruhi ketersediaan dan keseimbangan nutrien serta efisiensi pemanfaatan nitrogen oleh sapi perah yang tercermin dalam nilai Milk Urea Nitrogen (MUN), Plasma Urea Nitrogen (PUN), dan Urinary Nitrogen (UN). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui ransum terbaik yang mampu mendukung performa susu dengan tetap memperhatikan nilai MUN, PUN, dan UN. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mengetahui keragaan produksi susu dan protein susu di peternakan sapi perah rakyat di ketinggian wilayah berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi susu dan produksi protein susu di dataran tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan di dataran rendah. Sementara itu, kualitas susu tidak menunjukkan adanya perbedaan antar wilayah. Ransum di dataran tinggi menggunakan konsentrat yang lebih tinggi (p<0,05) sehingga dapat mendukung peningkatan produksi susu, MUN, PUN, UN, dan produksi komponen susu termasuk produksi protein susu. Ransum di dataran tinggi dengan imbangan hijauan:konsentrat sebesar 45:55 % bahan kering (BK) atau dengan penambahan onggok 4% dengan rasio hijauan:konsentrat:onggok sebesar 44:52:4 %BK memiliki kandungan nutrien yang lebih tinggi (p<0,05) utamanya nutrien protein kasar (PK) serta signifikan lebih rendah (p<0,05) kandungan SK (serat kasar)-nya. Selain itu, ransum tersebut juga memiliki kemampuan dalam memenuhi kebutuhan PK yang lebih baik dibandingkan dengan ransum di dataran rendah. Kondisi tersebut mendukung peningkatan produksi susu, MUN, PUN, UN, dan produksi komponen susu termasuk produksi protein susu yang signifikan lebih tinggi dibandingkan di dataran rendah. Namun, penggunaan berbagai bahan pakan tambahan oleh peternak cenderung menurunkan produksi susu, sehingga ransum dengan imbangan hijauan:konsentrat sebesar 45:55 %BK merupakan ransum yang paling optimal dan berpotensi sebagai langkah awal dalam upaya peningkatan produksi susu dan protein susu di peternakan rakyat baik di dataran tinggi ataupun di dataran rendah karena bahan penyusunnya mudah diakses dan praktis.
dc.description.abstractMilk production and milk quality, particularly milk protein, of dairy cattle in Indonesia remain relatively low and therefore need improvement. Variations in altitude across Indonesia affect milk and milk protein production due to differences in microclimate, which are reflected in the temperature-humidity index (THI) values. In addition, differences in altitude are associated with variations in rations fed to the animals, influenced by differences in feed resource availability and potential in each region. Smallholder dairy farms, which dominate the national dairy sector, exhibit considerable variation in feeding practices. Differences in ration composition result in variations in the supply and adequacy of macro- and micronutrients required for milk synthesis, such as zinc and sulfur. Furthermore, ration differences influence nutrient availability and balance, as well as nitrogen utilization efficiency in dairy cows, which is reflected in Milk Urea Nitrogen (MUN), Plasma Urea Nitrogen (PUN), and Urinary Nitrogen (UN) values. Therefore, this study aimed to identify the most suitable ration to support milk performance while maintaining balanced nitrogen metabolism, as reflected by MUN, PUN, and UN values. Additionally, this study evaluated milk yield and milk protein production performance in smallholder dairy farming systems across different altitudes. The results showed that milk yield and milk protein production of dairy cows in highland areas were higher than those in lowland areas. Meanwhile, milk quality did not differ between regions. Rations in highland areas contained a higher proportion of concentrate (p<0.05), which supported increases in milk yield, MUN, PUN, UN, and milk component production, including milk protein. Rations in highland areas with a forage-to-concentrate ratio of 45:55 % dry matter (DM), or with 4% cassava pulp addition (forage:concentrate:cassava pulp ratio of 44:52:4 %DM), had higher nutrient content (p<0.05), particularly crude protein (CP), and significantly lower crude fiber (CF) content (p<0.05). These rations were also more capable of meeting crude protein requirements compared to those in lowland areas. This condition contributed to higher milk yield, MUN, PUN, UN, and milk component production, including milk protein, in highland areas. However, the use of various additional feed ingredients by farmers tended to reduce milk production. Therefore, the ration with a forage-to-concentrate ratio of 45:55% DM was identified as the most optimal and has strong potential as an initial strategy to improve milk yield and milk protein production in smallholder dairy farms, both in highland and lowland areas, due to its practicality and accessibility of feed ingredients.
dc.description.sponsorshipBIMA skema PMDSU dengan nomor kontrak pendanaan 006/C3/DT.05.00/PL/2025 dan nomor sub-kontrak pendanaan 23183/IT3.D10/PT.01.03/P/B/2025
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleOptimasi Nutrisi Sapi Perah pada Sistem Peternakan Rakyat melalui Identifikasi Ransum Pendukung Produksi dan Kualitas Susuid
dc.title.alternativeNutritional Optimization of Dairy Cattle in Smallholder Farming Systems through Identification of Rations Supporting Milk Production and Milk Quality
dc.typeTesis
dc.subject.keywordaltitudeid
dc.subject.keyworddairy cattleid
dc.subject.keywordmilk productionid
dc.subject.keywordmilk proteinid
dc.subject.keywordrationid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record