IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kajian Pengendalian Mutu Minyak Kelapa Sawit (CPC) Pada Industri Pengolahan Kelapa Sawit (Studi Kamus PT. Perkebunan Mitra Ogan, Provinsi Sumatera Selatan)

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (1.295Mb)
      Fulltext (3.083Mb)
      Lampiran (838.8Kb)
      Date
      2011
      Author
      Novanda, Rizal
      Fahmi, Idqan
      Gurino, Purboyo
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kelapa sawit sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia karena kontribusinya terhadap perolehan devisa, peluang pengembangan pasar serta penyerapan tenaga kerja. Kini Indonesia menjadi eksportir minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil – CPO) nomor satu di dunia. Namun, mutu CPO dari Indonesia sering kali dipandang memiliki mutu yang lebih rendah bila dibandingkan dengan mutu CPO dari Malaysia. Dalam rangka meningkatkan daya saing produk CPO dari Indonesia di masa mendatang, kepedulian produsen CPO terhadap mutu produk CPO harus menjadi perhatian utama, karena hampir sebagian besar produk CPO di Indonesia diekspor dan sebagian lagi digunakan didalam negeri. PT. Perkebunan (PTP) Mitra Ogan merupakan salah satu perusahaan perkebunan besar kelapa sawit yang memiliki unit bisnis mulai dari perkebunan kelapa sawit sampai dengan pabrik pengolahan kelapa sawit dengan produk utamanya adalah CPO dan inti sawit (kernel). Kegiatan pengendalian mutu yang dilakukan oleh PTP Mitra Ogan untuk menghasilkan produk CPO mengacu pada parameter mutu, yaitu kadar Asam Lemak Bebas (ALB), kadar air dan kadar kotoran. Namun, produk CPO yang diproduksi oleh PTP Mitra Ogan sering kali tidak sesuai dengan persyaratan mutu yang diinginkan oleh pembeli/pelanggannya, yang tentu saja akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian untuk mengetahui kebijakan PTP Mitra Ogan dalam upaya meningkatkan mutu CPO di sepanjang rantai nilai industri pengolahan kelapa sawit, menganalisis efektivitas penerapan manajemen pengendalian mutu di PTP Mitra Ogan untuk mencapai standar mutu CPO yang diinginkan pembeli/pelanggan, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi mutu CPO pada rantai nilai industri pengolahan kelapa sawit PTP Mitra Ogan dan merumuskan strategi peningkatan dan pengendalian mutu CPO yang dilakukan PTP Mitra Ogan untuk mencapai standar mutu CPO yang ditetapkan oleh pembeli/pelanggan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus. Analisis yang digunakan yaitu, identifikasi rantai nilai industri kelapa sawit, analisis pengendalian mutu CPO menggunakan Statistical Process Control (SPC) dan identifikasi faktor-faktor penyebab masalah menggunakan diagram sebab akibat dan penyusunan strategi peningkatan dan pengendalian mutu CPO. Rantai nilai industri kelapa sawit di PTP Mitra Ogan, meliputi pemasok bibit, pupuk dan alat serta mesin pertanian, produsen TBS sebagai pemasok bahan baku pabrik PTP Mitra Ogan yang terdiri atas perkebunan perusahaan (inti), perkebunan petani kelapa sawit plasma dan pihak ketiga, jasa pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS), pabrik kelapa sawit yang mengolah TBS menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan kernel, pemasaran CPO dan kernel, jasa pengangkutan CPO dan kernel kepada pembeli/pelanggan produk CPO dan kernel milik PTP Mitra Ogan. Pelaksanaan pengendalian mutu CPO secara menyeluruh belum diterapkan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan, baik pengendalian mutu TBS di kebun, mutu CPO di PKS maupun pada sistem pengangkutan TBS dari kebun menuju PKS. Berdasarkan analisis pengendalian mutu CPO, disimpulkan bahwa pengendalian mutu kadar ALB produk CPO milik PTP Mitra Ogan belum efektif dan belum mampu memenuhi standar mutu kadar ALB yang ditetapkan oleh pembeli/pelanggan sebesar 5%. Sedangkan pengendalian mutu kadar air dan kadar kotoran produk CPO milik PTP Mitra Ogan telah efektif dan mampu dalam memenuhi standar mutu kadar air dan kadar kotoran yang ditetapkan oleh pembeli/pelanggan masing-masing sebesar 0,25%. Berdasarkan identifikasi faktor-faktor penyebab masalah, yaitu kadar ALB berada diatas standar mutu yang ditetapkan oleh pembeli/pelanggan, diketahui penyebabnya, yaitu (1) faktor manajemen, (2) faktor manusia, (3) faktor mesin, (4) faktor metode dan (5) faktor material. Strategi peningkatan dan pengendalian mutu CPO yang harus dilakukan sesuai dengan urutan prioritasnya yaitu : (1) Material, melalui perbaikan mutu bahan baku yang diterima oleh PKS dengan mengurangi jumlah buah restan. Perbaikan dilakukan dengan cara pembuatan kontrak kerja sama pengangkutan TBS dengan pihak ketiga dengan aturan yang jelas dan konsisten dijalankan oleh kedua belah pihak, perbaikan pada main road dan collection road, penambahan kendaraan traktor atau mobil 4WD serta alat komunikasi, pengkajian kembali kriteria kematangan buah dan pemberian pelatihan kepada pemanen/pembrondol, mandor panen dan kerani TPH serta petugas laboratorium, (2) Manusia, melalui peningkatan mutu SDM, (3) Manajemen, melalui penguatan komitmen dalam upaya memenuhi visi dan misi yang ditetapkan. Komitmen untuk memberikan sarana dan prasarana pendukung untuk mewujudkan target-target yang telah ditetapkan, seperti kesejahteraan karyawan, pelatihan-pelatihan kerja, perbaikan jalan produksi, peralatan pendukung panen dan transportasi seperti traktor, mesin grader, mobil untuk langsir TBS, kemudian investasi mesin-mesin pengolah TBS serta mesin-mesin pendukung di PKS yang baru atau dengan kondisi yang prima, (4) Mesin, melalui revitalisasi mesin-mesin pengolah di pabrik. Perbaikan mesinmesin rusak serta peremajaan mesin-mesin pengolah yang sudah tua, terutama mesin screw press yang sering mengalami kerusakan, harus diganti, penambahan jumlah lori dan perbaikan jalur rel lori dan (5) Metode, melalui penjadwalan evaluasi mingguan secara rutin dan konsisten serta peningkatan teknologi pengolahan minyak yang bercampur lumpur sehinggan kegiatan pengolahan kembali minyak-minyak yang bercampur lumpur dan juga pada kolam fat pit dapat dikurangi. Dari hasil penelitian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai biaya mutu untuk mengetahui biaya yang harus diinvestasikan untuk mutu produk CPO milik PTP Mitra Ogan dan analisis Total Productive Maintenance (TPM) untuk mengetahui performance dan realibility mesin-mesin pengolah pabrik
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173043
      Collections
      • MT - Business [4125]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository