Show simple item record

dc.contributor.advisorTaryono
dc.contributor.advisorZairion
dc.contributor.advisorKurniawan, Fery
dc.contributor.authorNaipospos, Hafiza Fikri
dc.date.accessioned2026-05-04T14:58:39Z
dc.date.available2026-05-04T14:58:39Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/173026
dc.description.abstractBanjir pesisir di Kecamatan Medan Belawan merupakan fenomena berulang yang dipengaruhi oleh interaksi dinamika pasang surut, debit Sungai Belawan, topografi dataran rendah, serta penurunan muka tanah yang progresif. Karakter kejadian yang periodik dan semakin meluas menimbulkan tekanan ekonomi yang signifikan terhadap masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis dinamika spasial–temporal banjir pesisir, (2) mengestimasi nilai kerugian ekonomi akibat banjir pada tiga sektor utama, dan (3) merumuskan strategi adaptasi berbasis struktur kerugian dan pola paparan genangan. Analisis spasial–temporal dilakukan menggunakan pemodelan hidrodinamika HEC-RAS 1D steady flow untuk mensimulasikan interaksi antara pasang maksimum dan debit sungai. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa luas genangan pada tahun 2025 mencapai 2.266 ha dengan kecenderungan peningkatan akibat kenaikan muka laut sebesar 4,42 mm/tahun dan penurunan muka tanah sebesar 1–5 cm/tahun. Pola temporal menunjukkan frekuensi banjir sekitar dua kali per bulan pada fase pasang purnama, dengan durasi genangan 4–12 jam. Karakter genangan yang berulang dan dapat diprediksi menunjukkan dominasi fenomena high tide flooding dan compound flooding pada wilayah muara dan dataran rendah pesisir. Estimasi nilai kerugian ekonomi dilakukan menggunakan pendekatan Environmental Damage Assessment (EDA) dengan menggabungkan kerusakan langsung (direct damage) dan kerugian tidak langsung (indirect loss) pada sektor rumah tangga, unit bisnis, dan fasilitas umum. Total kerugian akibat banjir pesisir Juli 2025 diestimasi sebesar Rp6.048.478.626 per bulan. Struktur kerugian menunjukkan dominasi sektor rumah tangga sebesar 78,55%, diikuti fasilitas umum sebesar 16,63% dan unit bisnis sebesar 4,82%. Analisis spasial menunjukkan intensitas kerugian rata- rata sebesar Rp6,1 juta per hektare per bulan, dengan intensitas tertinggi di Kelurahan Belawan Bahagia sebesar Rp16,6 juta/ha/bulan. Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi tidak hanya dipengaruhi oleh luas genangan, tetapi oleh kepadatan aset dan intensitas aktivitas sosial-ekonomi pada ruang yang sama. Sintesis antara pola genangan dan struktur kerugian menunjukkan bahwa adaptasi yang paling efektif untuk menurunkan total kerugian ekonomi perlu memprioritaskan perlindungan aset rumah tangga pada zona dengan intensitas kerugian tinggi. Strategi adaptasi difokuskan pada pengurangan kerusakan aset non-produktif dan perlindungan aset produktif melalui pendekatan mikro berbasis rumah tangga, penguatan kontinuitas operasional usaha kecil, serta perlindungan fungsi layanan publik. Rekomendasi adaptasi dikembangkan melalui integrasi pendekatan grey solution dan green solution yang berbasis pada hasil analisis spasial paparan genangan dan distribusi kerugian ekonomi. Penelitian ini memberikan kontribusi metodologis melalui integrasi pemodelan hidrodinamika estuari, estimasi nilai kerugian ekonomi berbasis sektor, dan perumusan adaptasi berbasis struktur kerugian dalam satu kerangka analisis terpadu. Penelitian ini membatasi estimasi nilai kerugian pada tiga sektor utama dan satu periode kejadian banjir, sehingga nilai kerugian yang diperoleh merepresentasikan kerugian langsung jangka pendek dan belum mencakup sektor perikanan, jasa ekosistem, serta dampak makroekonomi jangka panjang. Temuan penelitian ini dapat menjadi dasar penentuan prioritas adaptasi berbasis bukti dalam perencanaan wilayah pesisir perkotaan yang menghadapi peningkatan risiko akibat kenaikan muka laut dan penurunan muka tanah
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengelolaan Kawasan Pesisir yang Terdampak Banjir dan Penilaian Kerugian Ekonomi di Medan Belawan, Kota Medanid
dc.title.alternativeManagement of Coastal Areas Affected by Flooding and Economic Loss Assessment in Medan Belawan, Medan City
dc.typeTesis
dc.subject.keywordbanjir pesisirid
dc.subject.keywordFAASid
dc.subject.keywordHEC-RAS 6.6id
dc.subject.keywordKerugian ekonomiid
dc.subject.keywordPenururnan muka tanahid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record