Modal Sosial dan Tingkat Hubungan Patron-Klien Masyarakat Nelayan (Studi Kasus Komunitas Nelayan di Pelabuhan Karangantu, Kota Serang, Banten)
Abstract
Indonesia adalah masyarakat nelayan. Umumnya didominasi oleh nelayan kecil dimana potensi sumberdaya kelautan dikelola secara tradisional melalui sebuah kelembagaan Patron-Klien yang mana pemilik modal menyertakan nelayan kecil dalam kegiatan usahanya sehingga tercipta sebuah sistem ketergantungan. Hubungan antara pemodal (patron) dengan para klien dipandu dan dikuatkan melalui sebuah konsep modal sosial yaitu kemampuan mereka membangun pertemanan, persahabatan, atau jaringan saling percaya di antara mereka serta kepatuhan terhadap aturan yang mereka sepakati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kekuatan nilai-nilai modal sosial dengan pola hubungan patron-klien pada masyarakat nelayan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif didukung dengan data kualitatif. Pemilihan responden dalam penelitian ini dilakukan dengan incidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat modal sosial dan tingkat hubungan patron-klien dalam masyarakat nelayan tergolong tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang dalam penelitian ini mencakup partisipasi dalam jaringan, resiprositas, kepercayaan, serta nilai dan norma sosial memiliki keterkaitan yang nyata dengan kuat-lemahnya relasi patron-klien pada masyarakat. Indonesia is a fishing community. Generally dominated by small fishermen where the potential of marine resources is managed traditionally through a Patron-Client institution where the owner of the capital includes small fishermen in his business activities so as to create a system of dependence. The relationship between investors (patrons) and clients is guided and strengthened through the concept of social capital, namely their ability to build friendships, or networks of trust between them and compliance with the rules they agree on. The purpose of this study is to analyze the relationship between the strength of social capital values and patron-client relationship level in fishing communities. The research was conducted using a quantitative approach supported by qualitative data. The selection of respondents in this study was carried out by incidental sampling. The results show that the level of social capital and patron-client relationships in fishing communities is relatively high. The study shows that social capital, which in this study includes participation in networks, reciprocity, trust, and social values and norms, has a clear correlation with the strength of patron-client relationships in the community.

