Edukasi Pencegahan Perilaku Seks Bebas ditinjau Melalui Health Belief Model (Kasus: Program GenRe Goes To School SMA Negeri 1 Dramaga)
Abstract
Pendidikan seksual merupakan salah satu upaya untuk mencegah perilaku seks bebas, khususnya di kalangan remaja. Upaya-upaya dilakukan untuk memberikan informasi terkait pendidikan seksual, salah satunya melalui program GenRe Goes to School yang dilaksanakan oleh Forum GenRe. Program GenRe Goes to School dilaksanakan guna memenuhi peran forum bagi remaja. Penelitian yang dilakukan di Kabupaten Bogor, Kecamatan Dramaga ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara variabel Health Belief Model yaitu persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi mamfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak, dan efikasi diri terhadap pencegahan perilaku seks bebas. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif didukung oleh data kualitatif. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara mendalam, sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi literatur dan dokumen pendukung lainnya. Responden yang dilibatkan sebanyak 56 orang siswa dan siswi SMA Negeri 1 Dramaga yang dipilih dengan teknik sensus. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan software SMART-PLS untuk melihat pengaruh antarvariabel Health Belief Model. Sex education is one of the key efforts to prevent risky sexual behavior, particularly among adolescents. Various initiatives have been implemented to disseminate information on sex education, one of which is the GenRe Goes to School program organized by the GenRe Forum. This program aims to fulfill the forum’s role in supporting youth development. This study, conducted in Dramaga Subdistrict, Bogor Regency, aims to analyze the influence of variables within the Health Belief Model—namely perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy—on preventive sexual behavior. A quantitative research method was employed, supported by qualitative data. Primary data were collected through questionnaires and in-depth interviews, while secondary data were obtained from literature reviews and supporting documents. A total of 56 students from SMA Negeri 1 Dramaga were selected as respondents using a census technique. Data were analyzed using the SMART-PLS software to assess the relationships among the Health Belief Model variables.
