View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Business
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Strategi Peningkatan Daya Saing dan Posisi Kompetitif Industri Kopi di Indonesia

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (511.8Kb)
      Fulltext (2.111Mb)
      Lampiran (708.6Kb)
      Date
      2026
      Author
      Yusuf, Mochammad
      Suroso, Arif Imam
      Sumarwan, Ujang
      Suhendi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Indonesia sebagai negara produsen kopi terbesar keempat di dunia memiliki industri kopi yang sangat potensial untuk dikembangkan, yang dapat dilihat dari pangsa pasar dan volume nya yang terus tumbuh dari tahun ke tahun baik dari sisi industri hulu maupun hilir. Pada realitanya, Industri kopi Indonesia mengalami berbagai permasalahan struktural baik pada sektor hulu maupun hilir. Volatilitas produksi, penurunan produktivitas, serta struktur pasar hilir yang relatif terkonsetrasi tinggi dalam beberapa tahun terakhir, serta ketidakstabilan harga pada tingkat petani dan pelaku hilir. Permasalahan ini secara kolektif menunjukkan bahwa industri kopi di Indonesia mengalami tantangan yang struktural utamanya dalam meningkatkan daya saing industri. Penelitian ini diawali dengan pemetaan isu, tantangan, dan permasalahan dalam rantai nilai kopi pada tingkat nasional dan global sebagai landasan analitis. Selanjutnya, penelitian menilai daya saing industri kopi Indonesia melalui analisis keunggulan komparatif dan kompetitif di pasar internasional. Penelitian ini juga menguji secara empiris berbagai faktor yang memengaruhi daya saing komparatif dan kompetitif. Pada tahap terakhir, penelitian ini akan merumuskan strategi peningkatan daya saing industri kopi di Indonesia. Penelitian ini dilakukan sejak Agustus hingga Desember 2025. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan primer, yang diperoleh melalui studi literatur, observasi, kuesioner, dan wawancara. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah sejumlah 200 responden yang merupakan pelaku industri kopi hilir di Indonesia, serta lima responden ahli yang berasal dari kalangan akademisi, pelaku usaha nasional dan multinasional, pemerintah, serta asosiasi industri kopi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method, dengan menggunakan analisis Systematic Literature Review (SLR), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA), Auto-Regressive Distributted lags (ARDL),Porter Diamond Axes Lenght Analysis, Structural Equation Modelling (SEM), serta Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil Systematic Literature Review menunjukkan bahwa dalam upaya peningkatan daya saing rantai nilai global industri kopi Indonesia dan beberapa negara berkembang produsen kopi dihadapkan permasalahan terkait dinamika adopsi sertifikasi, keterbatasan teknologi pengolahan produksi dan pasca-panen, ketergantungan ekspor produk mentah pada pasar tradisional, regulasi perdagangan hingga perubahan preferensi konsumen dunia. Tantangan-tantangan tersebut pada akhirnya berkontribusi terhadap rendahnya penciptaan nilai pada produk kopi yang di ekspor oleh negara sentra produsen kopi utama dunia termasuk Indonesia. Penelitian ini juga menemukan bahwa industri kopi hilir di Indonesia memiliki posisi daya saing komparatif yang memiliki tren pertumbuhan sejak tahun 2007 hingga saat ini yang ditunjukkan melalui nilai Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) yang bernilai positif, Hasil ini secara empiris, menunjukan potensi kapasitas industri kopi olahan untuk dapat dikembangkan disamping hanya berfokus pada ekspor produk kopi mentah yang menjadi struktur utama ekspor kopi di Indonesia. Lebih lanjut, hasil Porter Diamond Axes-Lenght analysis juga menunjukkan bahwa industri kopi hilir di Indonesia memiliki daya saing yang baik, yang utamanya ditopang oleh aspek factor conditions seperti ketersediaan sumber daya, keragaman varietas kopi, dan kapasitas produksi domestik. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing komparatif bisnis industri kopi di Indonesia. Berdasarkan hasil estimasi Auto-Regressive Distributted Lags (ARDL), faktor-faktor yang secara signfikan dapat mendorong daya saing komparatif industri kopi hilir di Indonesia dalam jangka panjang maupun jangka pendek adalah pertumbuhan ekonomi, penanaman modal asing, serta nilai tambah sektor manufaktur. Harga kopi di pasar internasional menjadi faktor yang secara statistik dapat menurunkan daya saing industri kopi hilir di Indonesia baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hasil Structural Equation Modeling menunjukkan bahwa Factor Conditions memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh aspek Competitive Advantage, namun tidak signifikan terhadap Technologycal Capability. Demand Conditions berperan dalam mendorong kemampuan teknologi dan keunggulan bersaing seiring meningkatnya tuntutan konsumen terhadap mutu dan keberlanjutan. Firm Strategy, Structure and Rivalry berkontribusi pada penguatan industri pendukung dan technological capability, dan daya saing. Sedangkan Related and Supporting Industries hanya berdampak langsung pada keunggulan bersaing tanpa memengaruhi dinamika permintaan. Government and Chance menjadi faktor yang signfikan mendorong seluruh aspek dalam Porter Diamond Model, sehingga kebijakan harga, koordinasi lintas sektor, dan faktor eksternal tetap menjadi elemen pengarah utama bagi perkembangan industri kopi hilir. Hasil Analytical Hierarchy Process menunjukkan bahwa pemerintah merupakan aktor prioritas dalam penguatan daya saing industri. Strategi yang diprioritaskan meliputi: 1) ekspansi pasar ekspor non tradisional, 2) penguatan ekosistem riset dan inovasi, serta 3) pengembangan branding dan sertifikasi keberlanjutan. Urutan ini menunjukkan perlunya perluasan akses pasar, peningkatan diferensiasi produk, dan modernisasi teknologi agar industri mampu bersaing secara berkelanjutan. Ekspansi pasar non tradisional membuka peluang baru bagi produk spesialti yang membutuhkan dukungan riset dan sertifikasi untuk memenuhi standar global. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat struktur daya saing nasional dan menciptakan perkembangan industri kopi yang lebih adaptif dan kompetitif.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172779
      Collections
      • MT - Business [4109]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository