Analisis Kinerja Produksi dan Kelayakan Finansial Budidaya Ikan Diskus (Symphysodon sp.) di Jade Discus Farm, Cibinong, Bogor
Abstract
Ikan diskus merupakan spesies endemik dari wilayah Sungai Amazon, yang memiliki corak tubuh yang berwarna-warni, sehingga menjadi daya tarik utama bagi para pembudidaya. Meskipun memiliki banyak strain yang dibudidayakan, Jade Discus Farm masih mengalami permasalahan produksi seperti tingkat kelangsungan hidup ikan diskus masih di bawah 50%. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja produksi, kelayakan finansial dan sensitivitas dalam budidaya ikan diskus di Jade Discus Farm. Metode penelitian dilakukan secara noneksperimental. Data yang dikumpulkan dalam aspek produksi yaitu TKH, LPMP, KKP, serta produktivitas. Sedangkan pada aspek finansial yaitu analisis usaha dan analisis finansial meliputi NPV, net B/C ratio, IRR, dan PP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa blue mercury menghasilkan rata-rata fekunditas 237 butir telur dan paling tinggi dibandingkan dengan yang lain. Nilai TKH antarstrain tidak jauh berbeda dan berkisar 39,02-44,27%. Kelayakan finansial tertinggi diperoleh blue mercury dengan nilai NPV Rp453.547.260. Hal ini menunjukkan bahwa usaha layak dijalankan. Discus fish are endemic to the Amazon River region, with their colorful body patterns, making them a major attraction for farmers. Despite cultivating numerous strains, Jade Discus Farm still experiences production challenges, such as a survival rate below 50%. This study was conducted to analyze production performance, financial feasibility, and sensitivity in discus fish cultivation at Jade Discus Farm. Data collected for the production aspect included survival rate, absolute growth rate, coefficient of variation of length, and productivity. Meanwhile, for the financial aspect, data were collected from business and financial analysis, including NPV, net B/C ratio, IRR, and PP. The research results showed that the blue mercury strain produced an average fecundity of 237 eggs, the highest compared to the others. The SR values between strains were not significantly different, ranging from 39.02 to 44.27%. The highest financial feasibility was achieved by blue mercury, with a value of IDR 453,547,260. This indicates that the business is feasible.
Collections
- UT - Aquaculture [2201]
