Show simple item record

dc.contributor.advisorSarianti, Tintin
dc.contributor.authorlatifah, Imas rizky puteri
dc.date.accessioned2026-02-06T12:31:49Z
dc.date.available2026-02-06T12:31:49Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172657
dc.description.abstractKedelai merupakan komoditas pangan strategis yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional, namun pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala. Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memiliki potensi sumber daya alam dan kelembagaan yang mendukung pengembangan komoditas kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor lingkungan internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan kedelai serta merumuskan strategi pengembangan yang sesuai dengan kondisi daerah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis SWOT. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kedelai didukung oleh ketersediaan lahan, kondisi agroklimat yang sesuai, kelembagaan petani, dukungan pemerintah, dan potensi pasar lokal, sementara kendalanya meliputi keterbatasan modal, fluktuasi harga, serangan hama, keterbatasan teknologi, dan minimnya pengolahan pascapanen. Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan diarahkan pada optimalisasi potensi lahan dan iklim, penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan dukungan pemerintah, pengembangan kemitraan industri, dan optimalisasi pasar lokal.
dc.description.abstractSoybean is a strategic food commodity that plays an important role in supporting national food security; however, its development still faces various challenges. Ponorogo Regency, East Java, has potential natural resources and agricultural institutions that support soybean development. This study aims to identify internal and external environmental factors affecting soybean development and to formulate appropriate development strategies based on local conditions. This research employed a qualitative descriptive approach using SWOT analysis. Data were collected through field observations, interviews, questionnaires, and literature review. The results show that soybean development in Ponorogo is supported by land availability, suitable agroclimatic conditions, farmer institutions, government support, and strong local market potential. Meanwhile, the main constraints include limited capital, price fluctuations, pest and disease attacks, limited use of technology, and minimal post-harvest processing. Based on the SWOT analysis, development strategies are directed toward optimizing land and climatic potential, strengthening farmer institutions, utilizing government support, developing partnerships with agro-processing industries, and optimizing local markets.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleStrategi Pengembangan Produksi Kedelai di Kabupaten Ponorogo Jawa Timurid
dc.title.alternativeSoybean Production Development Strategy in Ponorogo Regency, East Java
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordKabupaten Ponorogoid
dc.subject.keywordStrategi Pengembanganid
dc.subject.keywordKedelaiid
dc.subject.keywordSWOTid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record