Partisipasi Pemuda dalam Upaya Penyelesaian Konflik Agraria (Kasus: Kelompok Tani Berkah Cimande, Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)
Abstract
Penelitian ini menganalisis tingkat partisipasi pemuda dalam penyelesaian konflik agraria serta hubungannya dengan karakteristik individu dan rumah tangga. Menggunakan metode kuantitatif yang didukung data kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi pemuda bervariasi di setiap tahap. Keterlibatan pemuda cenderung rendah pada aspek penyadaran dan penentuan strategi, namun sangat tinggi pada kegiatan organisasi dan pemetaan wilayah. Berdasarkan Tangga Partisipasi Arnstein, posisi pemuda berada pada level tokenism (simbolisme), mereka aktif terlibat dalam pelaksanaan teknis dan pendampingan di lapangan, namun belum memiliki kewenangan penuh dalam proses pengambilan keputusan strategis. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik individu maupun rumah tangga dengan tingkat partisipasi (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan adanya solidaritas mekanik (Durkheim), di mana ancaman terhadap ruang hidup masyarakat menjadi faktor pemersatu yang melampaui perbedaan latar belakang pendidikan maupun ekonomi pemuda.
Kata kunci: Konflik agraria, partisipasi pemuda, pemuda reforma agraria, penyelesaian konflik. This study analyzes the level of youth participation in resolving agrarian conflicts and its relationship to individual and household characteristics. Using quantitative methods supported by qualitative data, the results show that youth participation varies at each stage. Youth involvement tends to be low in awareness-raising and strategy-setting, but very high in organizational activities and regional mapping. Based on Arnstein's Ladder of Participation, youth are at the tokenism level, they are actively involved in technical implementation and field assistance, but do not yet have full authority in the strategic decision-making process. The results of the Spearman Rank correlation test showed no significant relationship between individual or household characteristics and participation levels (p > 0.05). This finding indicates the existence of mechanical solidarity (Durkheim), where threats to community living space become a unifying factor that transcends differences in youth's educational and economic backgrounds.
Keywords: Agrarian conflict youth, agrarian reform, conflict resolution, participation role.
