Evaluasi Efektivitas Penambahan Ragi Atau Minyak Kelapa Pada Pakan Kuda Dalam Menurunkan Potensi Terjadinya Kolik
Date
2026Author
Indah, Siti Nurma
Sudarman, Asep
Fassah, Dilla Mareistia
Amrozi
Metadata
Show full item recordAbstract
Kolik merupakan salah satu gangguan gastrointestinal yang sering terjadi pada kuda yang ditandai dengan nyeri hebat pada saluran pencernaan dan jika tidak segera mendapat pertolongan, maka dapat menyebabkan kematian. Gejala klinis yang muncul akibat kolik ialah kuda menunjukkan tingkah laku seperti menakur-nakur, menghentakkan kaki, menendang, melihat kearah perut, tidak mau makan, hingga berguling. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penambahan ragi (Saccharomyces cerevisiae) dan minyak kelapa sebagai strategi pencegahan kolik melalui modulasi mikrobiota usus, metabolit darah, dan penanda imun.
Penelitian ini menggunakan rancangan crossover design dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Kuda dipelihara di dalam kandang individu yang dilengkapi dengan tempat pakan dan minum. Pemeliharaan dilakukan selama 3 periode. Setiap periodenya berkisar selama 24 hari dengan 10 hari masa adaptasi dan 14 hari pemberian perlakuan. Kuda diberi pakan sebanyak empat kali dalam sehari dengan dua kali pemberian konsentrat dan dua kali pemberian hijauan. Pakan konsentrat yang diberikan berbentuk pelet dengan 3 jenis konsentrat yang berbeda, yaitu P0 merupakan pakan komersial, P1 merupakan pakan yang diformulasi sendiri dengan tambahan ragi sebanyak 5 g kg-1 dan P2 merupakan pakan yang diformulasi sendiri dengan tambahan minyak sebanyak 40 g kg-1. Air minum diberikan secara ad libitum setiap hari. Kemudian setiap akhir periode pemberian perlakuan, dilakukan pengambilan sampel darah dan feses.
Meskipun hasil yang diamati tidak menunjukkan perbedaan secara statistik, tren perubahan mikroba yang terlihat mengindikasikan adanya perbaikan yang menguntungkan terhadap lingkungan saluran pencernaan pada kelompok yang diberi suplementasi. Penambahan ragi maupun minyak kelapa menunjukkan penurunan signifikan kadar trigliserida serum (P<0,05), sementara parameter darah lainnya (glukosa, protein, dan indeks fungsi ginjal) tetap berada dalam kisaran normal. Pemeriksaan hematologi menunjukkan peningkatan jumlah neutrofil dan rasio neutrofil terhadap limfosit (N/R), yang mengindikasikan aktivitas imun bawaan dan stabilitas sistemik yang lebih baik.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah bahwa suplementasi ragi dan minyak kelapa secara signifikan meningkatkan keseimbangan mikroba usus, metabolisme lipid, dan respons imun. Penambahan S. cerevisiae (yang mendukung produksi asam lemak rantai pendek) dan asam lemak rantai sedang dari minyak kelapa (yang memberikan efek antimikroba dan imunomodulator) mampu menjaga kesehatan dan menurunkan resiko terjadinya kolik pada kuda. Colic is one of the most common gastrointestinal disorders in horses and is characterized by severe abdominal pain; if not promptly treated, it can lead to death. The clinical signs of colic include pawing, stamping, kicking, looking at the abdomen, anorexia, and rolling. This study aimed to evaluate the supplementation of yeast and coconut oil as a preventive strategy against colic through the modulation of gut microbiota, blood metabolites, and immune markers.
This study employed a crossover design with three treatments and three replicates. Horses were housed in individual stalls equipped with feed and water troughs. The experiment was conducted over three periods, each lasting 24 days, consisting of a 10-day adaptation phase followed by a 14-day treatment phase. Horses were fed four times daily, with two concentrate meals and two forage meals. The concentrate was provided in pellet form and consisted of three different formulations: P0 was a commercial diet, P1 was a self-formulated diet supplemented with yeast at 5 g kg?¹, and P2 was a self-formulated diet supplemented with coconut oil at 40 g kg?¹. Drinking water was provided ad libitum throughout the study. At the end of each treatment period, blood and fecal samples were collected.
Although the observed results did not show statistically significant differences, trends in microbial changes indicated favorable improvements in the gastrointestinal environment of the supplemented groups. Supplementation with either yeast or coconut oil resulted in a significant reduction in serum triglyceride levels (P < 0.05), while other blood parameters, including glucose, protein, and indicators of renal function, remained within normal ranges. Hematological evaluation revealed increased neutrophil counts and a higher neutrophil-to-lymphocyte (N/L) ratio, suggesting enhanced innate immune activity and improved systemic stability.
In conclusion, supplementation with yeast and coconut oil was shown to improve gut microbial balance, lipid metabolism, and immune responses. The combined effects of S. cerevisiae, which supports short chain fatty acid production, and medium chain fatty acids derived from coconut oil, which exert antimicrobial and immunomodulatory properties, contribute to maintaining health and reducing the risk of colic in horses.
Collections
- MT - Animal Science [1317]
