Strategi Pemasaran Digital Produk Gluten-Free Cookly Berbasis Analisis Preferensi Konsumen dan Content Marketing Industri Sejenis
Date
2026Author
Balweel, Thania Usamah
Sumarwan, Ujang
Johan, Irni Rahmayani
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat
urban yang semakin sadar akan gaya hidup sehat, namun masih memandang produk
gluten-free secara sempit sebagai makanan medis. Tesis ini bertujuan merumuskan
strategi pemasaran digital untuk mereposisi Cookly menjadi bagian dari gaya hidup
yang menyenangkan. Pendekatan penelitian menggunakan mixed-method dengan
desain sekuensial eksplanatori, menggabungkan data kuantitatif dari conjoint
analysis terhadap 100 responden di Jabodetabek dan data kualitatif dari content
analysis terhadap sembilan akun kompetitor industri sejenis.
Temuan riset menunjukkan adanya keselarasan antara data kuantitatif dan
kualitatif. Hasil conjoint analysis menempatkan media sosial sebagai atribut utama,
di mana TikTok unggul sebagai kanal penemuan (awareness) dan Instagram
sebagai kanal validasi kepercayaan. Konsumen menunjukkan preferensi kuat pada
konten interaktif dan user generated content, serta resisten terhadap edukasi yang
kaku. Hal ini diperkuat oleh content analysis yang membuktikan bahwa kesuksesan
kompetitor bukan ditentukan oleh jumlah pengikut, melainkan oleh pendekatan
soft-selling dengan gaya storytelling humanis yang mampu membangun dialog
partisipatif.
Berdasarkan sintesis data tersebut, penelitian ini menyimpulkan perlunya
pergeseran strategi Cookly menuju paradigma proof first marketing. Mengingat
konsumen modern membutuhkan validasi sosial organik sebelum membeli, Cookly
direkomendasikan untuk memprioritaskan pembuatan konten yang mendorong
partisipasi konsumen dan memperbanyak bukti sosial nyata. Strategi ini dinilai
lebih efektif dibandingkan sekadar menampilkan iklan produk yang agresif atau
klaim kesehatan berlebihan tanpa dukungan narasi yang relevan.
Sebagai rekomendasi akhir, tesis ini merumuskan strategi pemasaran digital
terintegrasi menggunakan kerangka kerja IMC (Integrated Marketing
Communication) dan model RACE (Reach, Act, Convert, Engage). Strategi intinya
adalah penerapan strategic handover antar platform: memanfaatkan TikTok
sebagai mesin akuisisi untuk menjangkau audiens baru melalui konten viral yang
menghibur atau infotainment, kemudian mengarahkan mereka ke Instagram untuk
membangun kepercayaan mendalam dan mendorong konversi penjualan demi
terciptanya ekosistem pemasaran yang berkelanjutan.
Collections
- MT - Business [4109]
