Analisis Kinerja Penerapan Ekonomi Sirkular pada Mitra UMKM Agribisnis CV Mitra Tani Farm
Abstract
Penerapan ekonomi sirkular bertujuan mengurangi limbah, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, serta meregenerasi sistem alam melalui pengelolaan biomassa dan aliran material yang lebih efisien. Penelitian ini menganalisis kinerja penerapan ekonomi sirkular pada MT Farm, sebuah UMKM agribisnis berbasis kemitraan yang mengelola sistem usaha peternakan terpadu dari hulu hingga hilir. Pada tahap awal, sistem usaha terpadu yang dijalankan MT Farm diidentifikasi dengan prinsip 9R berdasarkan hasil observasi lapangan dan wawancara mendalam. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa alur produksi dan pengelolaan sumber daya MT Farm telah dirancang secara sirkular, di mana output dari satu proses dimanfaatkan kembali sebagai input pada proses lain.
Untuk menilai tingkat kinerja penerapan ekonomi sirkular secara terukur, penelitian ini menggunakan indikator ISO 59020. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kinerja sirkularitas MT Farm berada pada kategori “baik” dengan capaian tertinggi pada kelompok indikator aliran sumber daya keluar yang mencerminkan keberhasilan pengelolaan residu. Namun, beberapa indikator pada dimensi ekonomi, input material, dan energi menunjukkan capaian relatif lebih rendah, yang mengindikasikan bahwa potensi ekonomi dari praktik sirkular yang telah berjalan belum sepenuhnya dioptimalkan.
Selanjutnya, evaluasi keberlanjutan menggunakan pendekatan Triple Bottom Line menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha MT Farm berada pada kategori “tinggi”. Pada tingkat mitra ternak, capaian keberlanjutan tergolong “sangat tinggi”. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan ekonomi sirkular di MT Farm memberikan dampak keberlanjutan yang positif, terutama pada dimensi lingkungan dan sosial, meskipun masih terdapat ruang peningkatan pada dimensi ekonomi.
Berdasarkan hasil identifikasi, pengukuran kinerja, dan evaluasi keberlanjutan, penelitian ini mengidentifikasi ketimpangan capaian antar indikator dan dimensi keberlanjutan. Oleh karena itu, dirumuskan rekomendasi pengembangan penerapan ekonomi sirkular yang berfokus pada pengurangan ketergantungan input eksternal, peningkatan penggunaan input terbarukan dan energi sirkular, penguatan kontrol rantai nilai produk turunan, standardisasi dan pencatatan aliran biologis, optimalisasi nilai tambah dan produk unggulan, penguatan kelembagaan dan kemitraan, serta pembentukan sistem tata kelola dan monitoring. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kinerja dan dampak penerapan ekonomi sirkular di MT Farm, serta menawarkan implikasi manajerial untuk memperkuat penerapan ekonomi sirkular yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan dalam jangka panjang. The implementation of a circular economy aims to reduce waste, optimize resource utilization, and regenerate natural systems through more efficient biomass and material flow management. This study analyzes the performance of circular economy implementation at MT Farm, an agribusiness Small and Medium-sized Enterprise (SME) based on a partnership that operates an integrated livestock farming system from upstream to downstream. In the initial stage, the integrated business system implemented by MT Farm was identified using the 9R principles based on field observations and in-depth interviews. The identification results indicate that MT Farm’s production flow and resource management have been designed in a circular manner, where outputs from one process are reused as inputs for other processes.
To assess the performance level of circular economy implementation in a measurable manner, this study employed the ISO 59020 indicators. The results show that MT Farm’s circularity performance falls within the “good” category, with the highest achievement observed in the outbound resource flow indicators, reflecting effective residue and waste management. However, several indicators related to the economic dimension, material inputs, and energy exhibit relatively lower performance, indicating that the economic potential of existing circular practices has not yet been fully optimized.
Furthermore, the sustainability evaluation using the Triple Bottom Line approach indicates that MT Farm’s business sustainability is categorized as “high.” At the level of livestock partners, sustainability performance is classified as “very high.” These findings demonstrate that the implementation of the circular economy at MT Farm has generated positive sustainability impacts, particularly in environmental and social dimensions, although there remains room for improvement in the economic dimension.
Based on the results of identification, performance measurement, and sustainability evaluation, this study identifies disparities in achievements across indicators and sustainability dimensions. Accordingly, recommendations are formulated to enhance circular economy implementation, focusing on reducing dependence on external inputs, increasing the use of renewable inputs and circular energy, strengthening value chain control of derivative products, standardizing and recording biological flows, optimizing value added and flagship products, strengthening institutions and partnerships, and establishing governance and monitoring systems. Overall, this study provides a comprehensive overview of the performance and impacts of circular economy implementation at MT Farm and offers managerial implications to strengthen a more efficient, adaptive, and sustainable circular economy in the long term.
Collections
- MT - Business [4109]
