Hubungan Dinamika Kelompok dan Dukungan Penyuluhan dengan Adopsi Inovasi Fero-Lanas pada Budidaya Ubi Jalar (Kasus Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor)
Abstract
Ubi jalar (Ipomea batatas L.) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia, namun dalam sistem produksinya seringkali terhambat oleh serangan hama lanas (Cylas formicarius). Sebagai upaya alternatif pengendalian yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) adalah inovasi perangkap feromon seks bernama Fero-Lanas, yang meskipun efektivitasnya telah terbukti, penerapan dan penyebaran inovasi ini masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dinamika kelompok dan dukungan penyuluhan dengan adopsi inovasi Fero-Lanas di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Responden pada penelitian ini berjumlah 30 orang dan dipilih dengan teknik sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok tidak memiliki hubungan signifikan dengan adopsi inovasi, sedangkan dukungan penyuluhan memiliki hubungan yang kuat dan signifikan dengan adopsi inovasi Fero-Lanas di Desa Benteng. Sweet potato (Ipomoea batatas L.) is one of the important food commodities in Indonesia, its production system is often constrained by the sweet potato weevil (Cylas formicarius). As an alternatif control measure developed by the Ministry of Agriculture through the Indonesian Agency for Agricultural Research and Development (Balitbangtan), a sex pheromone trap called Fero-Lanas, despite its effectifness being proven, the adoption and dissemination of this innovation remain relatifly low. This study aims to analyze the correlation between group dynamics and extension support with the adoption of Fero-Lanas innovation in Benteng Village, Ciampea District, Bogor Regency. This research employed a quantitatif approach, supported by qualitatif data. A total of 30 respondents were selected using a census technique. The Spearman rank correlation test will be applied to examine the correlation among variables in this study. The results of the study show that group dynamics are not significantly correlated with innovation adoption, while extension support exhibits a strong and statistically significant correlation with the adoption of Fero-Lanas in Benteng Village.
