| dc.description.abstract | Biomassa lignoselulosa dari feses sapi perah merupakan sumber organik yang
berpotensi tinggi untuk valorisasi, mengingat kandungan selulosa dan
hemiselulosanya yang melimpah. Namun, struktur lignin, selulosa, dan
hemiselulosa yang kompleks sering kali membatasi akses dan efektivitas enzim
selulolitik dalam proses biodegradasi. Melalui pendekatan bioprospeksi, Bacillus
amyloliquefaciens SLBD, strain selulolitik lokal yang diisolasi dari feses kuda,
menjadi kandidat potensial karena kemampuannya menghasilkan enzim selulase
serta peluang memproduksi metabolit sekunder fungsional. Penelitian ini bertujuan
mengevaluasi potensi B. amyloliquefaciens SLBD dalam valorisasi biomassa
lignoselulosa feses sapi melalui karakterisasi aktivitas selulolitik terhadap substrat
feses, serta identifikasi metabolit sekunder yang dihasilkan. Biomassa feses terlebih
dahulu dikoleksi dari sapi perah Fakultas Peternakan IPB sebagai substrat valorisasi.
Pre-treatment biomassa dilakukan menggunakan dua pendekatan, yaitu
delignifikasi dengan asam kuat (H2SO4) dan basa kuat (NaOH). Berdasarkan hasil
analisis komposisi, perlakuan basa menunjukkan efektivitas paling tinggi dalam
meningkatkan aksesibilitas selulosa, yang ditandai dengan penurunan lignin hingga
4,56% serta kestabilan fraksi selulosa yang lebih baik dibandingkan perlakuan asam.
Produksi enzim selulase mencapai puncaknya pada jam ke-20, bersamaan dengan
fase pertumbuhan eksponensial, sehingga menjadi titik optimum hidrolisis. Pada
tahap hidrolisis substrat, perlakuan basa menghasilkan gula reduksi tertinggi
sebesar 2,58 mg mL?¹ pada jam ke-72, sedangkan biomassa tanpa pre-treatment
mengalami penurunan gula setelah puncak jam ke-48 akibat konsumsi ulang
glukosa. Perlakuan asam menghasilkan gula lebih rendah, diduga karena
pembentukan senyawa inhibitor selama delignifikasi. Visualisasi melalui scanning
electron microscope (SEM) menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan basa dan
hidrolisis B. amyloliquefaciens SLBD menghasilkan kerusakan serat paling intensif
berupa retakan, pembentukan pori besar, dan fragmentasi dinding sel. Selanjutnya,
liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS) mode ion positif dan negatif
mengungkap keberadaan beragam metabolit sekunder, termasuk triterpenoid
saponin tipe oleanane, crassifolioside, derivatif benzoxazole, turunan isoxazole, 4-
hydroxydodecanoic acid, folic acid, dan senyawa aromatik lain dengan aktivitas
bioaktif beragam, mulai dari antikanker, antiinflamasi dan antioksidan. Keberadaan
metabolit tersebut menunjukkan bahwa B. amyloliquefaciens SLBD tidak hanya
bekerja melalui sekresi selulase, tetapi juga menghasilkan molekul bioaktif yang
dapat mendukung degradasi biomassa, memberikan aktivitas antimikroba, serta
berpotensi diaplikasikan secara fungsional | |
| dc.description.sponsorship | Para penulis ingin menyampaikan penghargaan atas dukungan kegiatan ini dari Direktorat Jenderal Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sesuai dengan Kontrak Pelaksanaan Program Penelitian Tahun Anggaran 2025, Nomor: 006/C3/DT.05.00/PL/2025. | |