Studi Korelasi Kualitas Gizi, Karakteristik Fisikokimia, dan Sensori Sate Domba dengan Kepuasan Konsumen di Kabupaten Tegal
Date
2026Author
Novianto, M. Risqi
Arief, Irma Isnafia
Apriantini, Astari
Metadata
Show full item recordAbstract
Komoditas domba memiliki potensi besar di Kabupaten Tegal yang dikenal
sebagai daerah dengan populasi domba tinggi dan tradisi beternak yang kuat. Salah
satu produk hasil domba unggulannya adalah sate domba, yang memiliki ciri khas
penggunaan daging domba muda dan proses pemanggangan yang menghasilkan
cita rasa khas. Kualitas gizi, fisikokimia, sensori, serta keamanan pangan menjadi
faktor penting yang menentukan mutu dan penerimaan konsumen terhadap produk
ini. Namun, penelitian mengenai sate domba Tegal masih terbatas. Oleh karena itu,
penelitian ini dilakukan untuk menilai kualitas sate domba dari aspek kandungan
gizi, fisikokimia, mikrobiologi, dan sensori, serta menganalisis hubungannya
dengan tingkat kepuasan konsumen, guna mendukung pengembangan kuliner lokal
yang berdaya saing. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tegal dengan menggunakan metode
purposive sampling untuk memilih produsen sate domba dan konsumen sebagai
responden. Wawancara dilakukan kepada produsen untuk memperoleh informasi
mengenai profil usaha dan proses produksi, sedangkan konsumen mengisi
kuesioner untuk memperoleh profil demografi serta penilaian sensori terhadap
produk menggunakan skala Likert 1–5. Sampel sate dan daging domba dari
produsen terpilih dianalisis di laboratorium untuk mengukur kandungan gizi, asam
lemak, fisikokimia, dan mikrobiologi. Data demografi dianalisis secara deskriptif,
sementara data laboratorium diuji menggunakan one-way ANOVA. Hubungan
kualitas sate domba dengan persepsi konsumen dianalisis dengan korelasi
Spearman. Principal component analysis digunakan untuk melihat pola atau
pengelompokan, dan regresi linear berganda digunakan untuk menilai pengaruh
atribut sensori terhadap kepuasan konsumen. Penelitian ini menemukan keseragaman pada total mikroba, kontaminasi bakteri patogen, kandungan gizi, dan fisikokimia sate domba dari ketiga produsen.
Hasil tersebut menunjukkan konsistensi dan keseragaman proses produksi sate
domba di Kabupaten Tegal yang penting untuk menjaga stabilitas produk di
pasaran. Terdapat kontaminasi bakteri E. coli yang melebihi batas ideal untuk
pangan siap saji internasional, namun masih aman dalam batas nasional, sehingga
masih aman untuk dikonsumsi. Parameter kadar air, abu, aktivitas air, dan pH
menunjukkan hubungan positif kuat terhadap tingkat kepuasan konsumen. Semakin
tinggi nilai parameter tersebut berhubungan dengan meningkatnya kepuasan
konsumen. Parameter lemak dan karbohidrat menunjukkan hubungan negatif kuat
terhadap tingkat kepuasan konsumen. Semakin tinggi nilai parameter tersebut
berhubungan dengan menurunnya kepuasan konsumen. Seluruh atribut kualitas
sensori juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan konsumen. Sheep commodities have great potential in Tegal Regency, which is known as
an area with a high sheep population and strong livestock farming traditions. One
of its superior sheep products is lamb satay, which is characterized by the use of
young lamb meat and a grilling process that produces a distinctive flavor.
Nutritional, physicochemical, sensory, and food safety qualities are important
factors that determine the quality and consumer acceptance of this product.
However, research on Tegal lamb satay is still limited. Therefore, this study was
conducted to assess the quality of lamb satay in terms of nutritional content,
physicochemical properties, microbiology, and sensory characteristics, as well as to
analyze its relationship with consumer satisfaction levels, in order to support the
development of competitive local cuisine. The study was conducted in Tegal Regency using purposive sampling to
select lamb satay producers and consumers as respondents. Interviews were
conducted with producers to obtain information about business profiles and
production processes, while consumers filled out questionnaires to obtain
demographic profiles and sensory evaluations of products using a 1–5 Likert scale.
Samples of satay and lamb meat from selected producers were analyzed in the
laboratory to measure nutritional content, fatty acids, physicochemical properties,
and microbiology. Demographic data were analyzed descriptively, while laboratory
data were tested using one-way ANOVA. The relationship between lamb satay
quality and consumer perception was analyzed using Spearman's correlation.
Principal component analysis was used to identify patterns or groupings, and
multiple linear regression was used to assess the effect of sensory attributes on
consumer satisfaction. This study found uniformity in the total microbe count, pathogenic bacterial
contamination, nutritional content, and physicochemical properties of lamb satay
from the three producers. These results indicate consistency and uniformity in the
lamb satay production process in Tegal Regency, which is important for maintaining
product stability in the market. There is E. coli contamination exceeding the
internationally accepted limits for ready-to-eat foods; however, it remains within
the permissible limits under national standards. The parameters of moisture content,
ash content, water activity, and pH showed a strong positive correlation with
consumer satisfaction levels. Higher values of these parameters were associated
with increased consumer satisfaction. The fat and carbohydrate parameters showed
a strong negative correlation with consumer satisfaction levels. Higher values of
these parameters were associated with decreased consumer satisfaction. All sensory
quality attributes also had a significant effect on consumer satisfaction levels.
Collections
- MT - Animal Science [1317]
