Pengaruh Suhu, pH, dan Aktivitas Enzim Pada Larutan Dextrin Terhadap Fenomena Retrogradasi
Date
2026Author
Saputra, Taufik Dwi
Sitanggang, Azis Boing
Budijanto, Slamet
Metadata
Show full item recordAbstract
Retrogradasi pada larutan dekstrin merupakan permasalahan penting dalam industri pangan, khususnya industri minuman, karena dapat menurunkan kejernihan, meningkatkan viskositas, serta mengganggu stabilitas produk selama penyimpanan. Fenomena ini terjadi akibat kemampuan rantai glukosa, terutama amilosa dan segmen rantai lurus amilopektin, untuk saling berasosiasi kembali melalui pembentukan ikatan hidrogen setelah proses gelatinisasi atau hidrolisis. Oleh karena itu, pengendalian retrogradasi menjadi aspek krusial dalam menjaga kualitas produk dan meningkatkan efisiensi proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbedaan jenis enzim a-amilase terhadap laju retrogradasi larutan dekstrin DE 12, serta mengkaji pengaruh pH dan suhu penyimpanan terhadap kestabilan larutan. Selain itu, penelitian ini bertujuan menilai implikasi teknis dan ekonomi dari penerapan enzim dengan aktivitas lebih tinggi pada skala produksi.
Penelitian diawali dengan uji pendahuluan sebagai dasar data awal dalam pelaksanaan penelitian, di mana sampel disimpan pada suhu 30, 50, dan 70 °C untuk mengamati pengaruh suhu terhadap laju retrogradasi. Selanjutnya dilanjutkan dengan percobaan skala laboratorium menggunakan dua jenis enzim, yaitu enzim tipe 1 dengan aktivitas 300 KNU/g dan enzim tipe 2 dengan aktivitas 562 KNU/g. Larutan dekstrin dikondisikan pada pH 4,0; 4,5; dan 5,0, kemudian diamati laju retrogradasinya melalui pengukuran kejernihan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 600 nm dan pengukuran kekentalan menggunakan viskometer. Analisis profil gula hasil hidrolisis dilakukan menggunakan HPLC untuk mengevaluasi distribusi derajat polimerisasi rantai glukosa. Tahap lanjutan dilakukan pada skala produksi dengan menggunakan enzim tipe 2, dengan penyimpanan sampel pada suhu 30, 50, dan 70 °C dalam pengamatan laju retrogradasi dan dibandingkan dengan data uji pendahuluan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim tipe 2 memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menekan laju retrogradasi dibandingkan enzim tipe 1 pada seluruh kondisi pH dan suhu yang diuji. Hal ini berkaitan dengan karakteristik pemutusan ikatan glikosidik oleh enzim tipe 2 yang menghasilkan fraksi rantai glukosa lebih pendek, sekaligus mempertahankan struktur amilopektin yang relatif utuh, sehingga menghambat pembentukan asosiasi antarrantai melalui ikatan hidrogen. Peningkatan suhu penyimpanan terbukti mampu memperlambat retrogradasi, yang ditandai dengan kestabilan kejernihan dan viskositas larutan dekstrin. Dari sisi implementasi industri, penerapan enzim tipe 2 memberikan manfaat signifikan berupa efisiensi biaya produksi sekitar 25% akibat berkurangnya kebutuhan enzim, serta peningkatan kapasitas produksi hingga sekitar 40% melalui optimasi waktu produksi. Dengan demikian, penggunaan enzim tipe 2 tidak hanya meningkatkan kestabilan dan kualitas larutan dekstrin, tetapi juga memberikan keuntungan teknis dan ekonomi yang relevan untuk aplikasi industri pangan.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2454]
