| dc.contributor.advisor | Suroso, Arif Imam | |
| dc.contributor.advisor | Suhendi | |
| dc.contributor.author | Sihotang, Agnes Monica | |
| dc.date.accessioned | 2026-01-19T09:27:14Z | |
| dc.date.available | 2026-01-19T09:27:14Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172147 | |
| dc.description.abstract | Perkembangan bisnis global yang semakin terintegrasi dengan isu keberlanjutan mendorong meningkatnya perhatian terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai kerangka utama dalam menilai kinerja non-keuangan perusahaan. ESG tidak hanya dipandang sebagai instrumen pelaporan keberlanjutan, tetapi juga sebagai indikator penting dalam pengambilan keputusan investasi dan pengelolaan risiko jangka panjang. Meskipun literatur ESG berkembang pesat, temuan empiris terkait faktor-faktor yang memengaruhi ESG score masih menunjukkan hasil yang beragam dan belum menghasilkan konsensus yang jelas, khususnya dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan riset ESG secara sistematis, mengidentifikasi kerangka teori yang dominan, serta mensintesis bukti empiris mengenai faktor-faktor penentu ESG score perusahaan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan merumuskan implikasi manajerial bagi perusahaan dalam meningkatkan ESG score berdasarkan temuan meta-analisis. Kajian ini dilakukan terhadap literatur akademik yang dipublikasikan pada periode 2015–2025 untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai dinamika penelitian ESG dari sisi tren, perspektif teoretis, dan determinan empiris.
Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review untuk memetakan tren riset dan kerangka teoretis ESG, serta meta-analisis untuk mengintegrasikan hasil-hasil kuantitatif dari studi empiris yang relevan. Sintesis dilakukan terhadap 27 studi yang memenuhi kriteria kelayakan, dengan fokus pada faktor-faktor internal perusahaan yang secara konsisten dilaporkan memengaruhi ESG score.
Hasil kajian menunjukkan bahwa penelitian ESG masih didominasi oleh konteks negara maju dan pendekatan lintas industri, dengan keterbatasan kontribusi dari negara berkembang. Selain itu, tujuh perspektif teori utama ditemukan digunakan secara relatif konsisten dari waktu ke waktu, tanpa adanya pergeseran dominasi teori yang signifikan. Temuan meta-analisis menunjukkan bahwa mekanisme tata kelola internal, seperti board age, board independence, gender diversity, CEO tenure, keberadaan CSR/sustainability committee, serta keterlibatan auditor dalam struktur tata kelola, berpengaruh positif dan signifikan terhadap ESG score. Sebaliknya, variabel seperti board size, CEO duality, dan carbon pricing tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Berdasarkan sintesis tren riset dan bukti empiris tersebut, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja ESG lebih ditentukan oleh kualitas dan institusionalisasi tata kelola perusahaan dibandingkan oleh karakteristik struktural formal atau tekanan eksternal semata. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan struktur tata kelola internal, integrasi ESG ke dalam pengambilan keputusan strategis jangka panjang, penyesuaian strategi ESG dengan konteks kelembagaan, perluasan dan penguatan regulasi pada sektor berdampak tinggi bagi lingkungan dan masyarakat dan meningkatkan pengawasan melalui penguatan peningkatan keterlibatan publik dalam praktik pengawasan ESG. | |
| dc.description.abstract | The increasing integration of global business activities with sustainability issues has intensified attention toward Environmental, Social, and Governance (ESG) as a key framework for assessing corporate non-financial performance. ESG is no longer viewed merely as a sustainability reporting instrument, but also as a critical indicator in investment decision-making and long-term risk management. Despite the rapid growth of ESG-related literature, empirical findings on the determinants of ESG scores remain mixed and have yet to produce a clear consensus, particularly in the context of developing countries such as Indonesia.
This study aims to systematically examine the development of ESG research, identify the dominant theoretical frameworks, and synthesize empirical evidence on the key determinants of corporate ESG scores. In addition, the study seeks to formulate managerial implications for companies in improving their ESG scores based on the findings of the meta-analysis. The analysis is conducted using academic literature published between 2015 and 2025 to provide a comprehensive overview of ESG research dynamics in terms of trends, theoretical perspectives, and empirical determinants.
The study employs a systematic literature review approach to map research trends and theoretical frameworks in ESG studies, complemented by a meta-analysis to integrate quantitative findings from relevant empirical research. The synthesis is based on 27 studies that meet the eligibility criteria, with a focus on internal corporate factors that are consistently reported to influence ESG scores.
The findings indicate that ESG research remains largely dominated by studies conducted in developed-country contexts and cross-industry approaches, with relatively limited contributions from developing economies. Furthermore, seven major theoretical perspectives are found to be used relatively consistently over time, with no significant temporal shift in theoretical dominance. Meta-analysis results reveal that internal governance mechanisms such as board age, board independence, gender diversity, CEO tenure, the presence of a CSR or sustainability committee, and auditor involvement in governance structures have a positive and significant effect on ESG scores. In contrast, variables such as board size, CEO duality, and carbon pricing do not exhibit a significant impact.
Based on the synthesis of research trends and empirical evidence, this study underscores that improvements in ESG performance are primarily driven by the quality and institutionalization of corporate governance rather than by formal structural characteristics or external pressures alone. Accordingly, the study recommends strengthening internal governance structures, integrating ESG into long-term strategic decision-making, aligning ESG strategies with institutional contexts, expanding and reinforcing regulations in high-impact sectors for the environment and society, and enhancing oversight through greater public involvement in ESG monitoring practices. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Analisis Perkembangan ESG and Faktor Penentu ESG Score melalui Meta-Analisis | id |
| dc.title.alternative | Analysis of ESG Development and Determinants of ESG Scores Through Meta-Analysis | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | Determinan ESG | id |
| dc.subject.keyword | Environmental | id |
| dc.subject.keyword | Social | id |
| dc.subject.keyword | and Governance | id |
| dc.subject.keyword | Keberlanjutan perusahaan | id |
| dc.subject.keyword | Meta analisis, Systematic Literature Review | id |