Kelayakan Usaha Hidroponik Melon Sweet Hami di Joma Farm Kabupaten Karanganyar
Abstract
Melon dengan aroma khas, rasa manis, serta penampilan luar yang menarik sangat disukai konsumen, salah satu contohnya adalah Sweet Hami, varietas premium asal Tiongkok. Joma Farm membudidayakan melon Sweet Hami untuk pasar Jakarta dan Surakarta, belum bisa memenuhi permintaan konsumen setiap kali masa panen. Joma Farm berencana untuk menambah kapasitas dengan cara menambah greenhouse baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Joma Farm dengan penambahan greenhouse baru. Metode penelitian melibatkan analisis nonfinansial secara kuantitatif dan kualitatif, analisis finansial, serta analisis switching value untuk melihat batas perubahan jumlah produksi dan biaya variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua aspek nonfinansial dinyatakan layak dengan skor di atas 50%. Hasil analisis finansial menunjukkan rencana penambahan greenhouse layak dijalankan dengan nilai NPV Rp2.972.919.913,00, Net B/C 3,27, IRR 56,9%, serta Payback Period (PP) selama 2 tahun 7 bulan. Selain itu, hasil analisis switching value menunjukkan bahwa Joma Farm lebih sensitif terhadap penurunan jumlah produksi daripada peningkatan biaya variabel. Melons with a distinctive aroma, sweet taste, and appealing appearance are highly favored by consumers, with Sweet Hami, a premium variety originating from China, serving as one notable example. Joma Farm, which cultivates Sweet Hami melons for the Jakarta and Surakarta markets, has been unable to meet consumer demand during every harvest season. Consequently, Joma Farm plans to increase its capacity by adding a new greenhouse unit.This research aims to analyze the business feasibility of Joma Farm with the planned addition of a new greenhouse. The research methodology involves quantitative and qualitative non-financial analysis, financial analysis, and switching value analysis to determine the limit of change in production volume and variable costs.The analysis results indicate that all non-financial aspects are declared feasible with scores above 50%. The financial analysis shows that the greenhouse addition plan is viable, yielding an NPV of Rp2.972.919.913,00, a Net B/C of 3,27 , an IRR of 56,9%, and a Payback Period (PP) of 2 years and 7 months. Furthermore, the switching value analysis demonstrates that Joma Farm is more sensitive to a decrease in production volume than to an increase in variable costs.
Collections
- UT - Agribusiness [4774]
