Dinamika Fermentasi Rumen Berdasarkan Taraf Dietary Cation Anion Difference dan Imbangan Hijauan:Konsentrat dalam Studi In Vitro
Abstract
Hipocalcemia adalah penyakit metabolik yang perlu dicegah untuk menghindari
komplikasi kesehatan lainnya. Strategi yang relevan untuk pencegahan adalah
pengelolaan pakan pada sapi transisi dengan memberikan ransum berdasarkan
Dietary Cation Anion Difference (DCAD) yang disesuaikan dengan keseimbangan
yang tepat antara hijauan dan konsentrat. Sayangnya, peternak masih belum
menyadari strategi ini. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tingkat
DCAD terhadap fermentasi rumen pada rasio hijauan dan konsentrat yang berbeda
menggunakan metode in vitro. Variasi tingkat DCAD (-100, -50, 0, +100, dan +200
mEq kg-1) dan rasio hijauan dan konsentrat (60:40, 50:50, 40:60) diuji untuk
melihat pengaruhnya terhadap lingkungan rumen dan mikroba, hasil fermentasi,
dan kecernaan nutrien. Hasil menunjukkan bahwa rasio hijauan dan konsentrat
memiliki dampak yang lebih besar terhadap fermentasi rumen dibandingkan dengan
tingkat DCAD. Pakan berbasis DCAD cenderung memiliki pengaruh lebih besar
pada pencernaan pasca-rumen. Namun demikian, pakan dengan tingkat DCAD
antara -100 hingga +200 mEq kg-1 tidak mengganggu fermentasi rumen. Pakan
DCAD negatif dapat menurunkan pH rumen dan kecernaan nutrien, sementara
DCAD positif meningkatkan keduanya. Rasio tinggi hijauan (60:40) meningkatkan
pH rumen tetapi memiliki kecernaan yang lebih rendah, sedangkan pakan
konsentrat tinggi (40:60) menurunkan pH rumen tetapi meningkatkan kecernaan.
Kombinasi kedua faktor ini menciptakan lingkungan fermentasi rumen yang lebih
stabil dan efisien. Pakan optimal untuk fase prepartum adalah ransum dengan
DCAD negatif dikombinasikan dengan rasio hijauan dan konsentrat 60:40,
sementara pakan DCAD positif dengan rasio 40:60 cocok untuk meningkatkan
kecernaan nutrien guna mendukung produksi susu pada fase postpartum.
Collections
- MT - Animal Science [1304]
