Show simple item record

dc.contributor.advisorMarimin
dc.contributor.advisorArkeman, Yandra
dc.contributor.advisorUdin, Faqih
dc.contributor.authorSetiawan S, Alim
dc.date.accessioned2026-01-08T07:32:43Z
dc.date.available2026-01-08T07:32:43Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/172015
dc.description.abstractJawa Barat merupakan salah satu provinsi penghasil hortikultura terbesar di Indonesia. Dataran tinggi Jawa Barat (Bandung, Garut, Bogor, Cianjur dan Tasikmalaya) terletak pada daerah agroklimat basah dengan rata-rata bulan basah 8-10 bulan dengan curah hujan rata-rata tahunannya lebih dari 2000 mm, sehingga kawasan ini cocok untuk pertumbuhan dan produksi sayuran dataran tinggi antara lain Paprika, Brokoli, Lettuce, Sawi, Kentang, Wortel, Kubis, dan lain-lain (Dinas Pertanian Jabar, 2006). Sistem pengukuran kinerja (performance measurement system) sangat diperlukan sebagai pendekatan dalam rangka mengoptimalisasi jaringan rantai pasok sayuran dataran tinggi. Pengukuran kinerja bertujuan untuk mendukung perancangan tujuan, evaluasi kinerja, dan menentukan langkahlangkah ke depan baik pada level strategi, taktik dan operasional (Van der Vorst, 2006). Penelitian ini berusaha untuk menjawab beberapa permasalahan yang berkaitan dengan perancangan model pengukuran kinerja manajemen rantai pasok sayuran dataran tinggi yaitu: I) Jenis produk sayuran dataran tinggi yang berpotensi untuk ditingkatkan kinerja rantai pasoknya; 2) Gambaran struktur rantai pasokan dan analisis rantai nilai tambah produk sayuran dataran terpilih; 3) Rancangan model pengukuran kinerja rantai pasok sayuran dataran tinggi terpilih dan implementasinya; serta 4) Strategi peningkatan kinerja rantai pasok sayuran dataran tinggi terpilih. Observasi terhadap rantai pasok sayuran dataran tinggi dilakukan untuk mengidentifikasi sejumlah permasalahan yang sering muncul dalam manajemen rantai pasok dan nilai tambah pada masing-masing pelaku dalam rantai pasok produk sayuran dataran tinggi. Kegiatan manajemen rantai pasok merupakan bagian kegiatan dari rantai nilai (value chain) sehingga perbaikan manajemen rantai pasok akan berimplikasi positif pada rantai nilai tambah. Rantai nilai yang efektif akan memicu keunggulan nilai (value advantage) dan keunggulan produksi (productivity advantage) yang apada akhimya meningkatkan keunggulan kompetitif. Pengukuran kinerja manajemen rantai pasok menggunakan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA). Metrik yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan dengan pendekatan fozzy AHP yang mengadaptasi metode pengukuran SCOR model. Penelitian dilakukan di berbagai sentra produk pertanian segar seperti sayuran di Garut, Bandung dan Cianjur/Bogor. Penelitian dilakukan mulai bulan April 2008 - November 2008. Pengumpulan data primer dilakukan melalui beberapa cara, sebagai berikut : 1) Observasi lapangan, yakni melihat secara langsung kegiatan-kegiatan dalam supply chain dari produsen (petani), prosesor, distributor, hingga konsumen; 2) Wawancara mendalam; dan 3) Opini Pakar ( expert opinion). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) untuk pemilihan sayuran unggulan, analisis deskriptifuntuk kondisi rantai pasok, fuzzy AHP dan SCOR Model untuk penentuan metrik kinerja, pengukuran kinerja dengan DEA dan analisis SWOT untuk merumuskan strategi peningkatan kinerja rantai pasok.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)id
dc.titleStudi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasok Sayuran Dataran Tinggi Terpilih di Jawa Baratid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record