Show simple item record

dc.contributor.advisorNurhayati, Popong
dc.contributor.advisorSuwarsinah, Rr. Heny Kuswanti
dc.contributor.authorZhafirah
dc.date.accessioned2026-01-06T06:39:17Z
dc.date.available2026-01-06T06:39:17Z
dc.date.issued2005
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171971
dc.description.abstractKota Bogor terkenal dengan keragaman kulinernya yang kaya, menjadikannya arena yang sangat kompetitif bagi para pengusaha kuliner. Memulai bisnis makanan pedas di Bogor menghadirkan tantangan unik, yang mengharuskan pemilik bisnis untuk memahami preferensi konsumen. Saluran penjualan berfungsi sebagai media terjadinya transaksi jual beli karena tanpa adanya saluran penjualan produk tidak akan sampai ke konsumen. Perkembangan terbaru dalam strategi saluran penjualan adalah konsep omnichannel. Penelitian mengenai penerapan konsep omnichannel pada sektor F&B, terutama dari perspektif konsumen, masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen serta menganalisis kondisi terkini penggunaan konsep omnichannel dan preferensi konsumen makanan pedas di Kota Bogor terhadap saluran penjualan dengan pendekatan konsep omnichannel. Penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari 100 responden melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan conjoint analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen makanan pedas di Kota Bogor didominasi oleh perempuan, berpendidikan S1, berstatus mahasiswa/pelajar, dengan frekuensi konsumsi 1–3 kali per minggu dan preferensi tingkat kepedasan sedang. Konsumen cenderung menyukai rasa pedas gurih, makanan kering, dan makanan berat, dengan merek yang paling sering dikonsumsi adalah Mie Gacoan. Daya tarik utama makanan pedas berasal dari sensasi rasa pedas yang unik. Dari sisi saluran penjualan, sebagian besar pelaku usaha telah menggunakan lebih dari satu saluran, namun penerapannya masih berada pada konsep multichannel karena belum adanya integrasi antarsaluran. Hasil conjoint analysis menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai pola multichannel dibandingkan omnichannel, dengan preferensi pada diferensiasi harga, pembelian langsung di toko, ketersediaan produk secara online, interaksi personal, serta pembayaran tunai. Atribut yang paling memengaruhi keputusan pembelian adalah harga dan promosi dengan nilai kepentingan sebesar 23,130. Oleh karena itu, strategi yang direkomendasikan bagi pelaku usaha makanan pedas di Kota Bogor adalah mengoptimalkan saluran online dan offline secara terpisah sesuai keunggulan masing-masing, sebagai langkah awal menuju penerapan omnichannel di masa depan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePreferensi Konsumen terhadap Saluran Penjualan Makanan Pedas di Kota Bogor: Memastikan Keberadaan Aplikasi Konsep Omnichannelid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordAnalisis konjoinid
dc.subject.keywordKota Bogorid
dc.subject.keywordpreferensi konsumenid
dc.subject.keywordmakanan pedasid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record