Strategi Bisnis UMKM Konveksi dan Boneka di Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor
Date
2025Author
Mulyadi, Musa
Asnawi, Yudha Heryawan
Suwarsinah, Rr. Heny Kuswanti
Metadata
Show full item recordAbstract
Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi UMKM di Kecamatan Caringin yang memiliki potensi besar namun belum mampu mencapai target pendapatan secara optimal. Dari total 168 UMKM yang tergabung dalam Forum UMKM IKM Caringin, sekitar 24 persen bergerak di bidang konveksi dan boneka. Jenis usaha ini menempati posisi kedua terbanyak dan menjadi salah satu sektor unggulan daerah, namun tingkat ketercapaian pendapatannya hanya sebesar 70,7 persen, dengan hanya delapan pelaku usaha yang mampu mencapai target pendapatan. Permasalahan yang dihadapi meliputi keterbatasan manajerial, efisiensi produksi yang rendah, minimnya pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran, serta belum optimalnya legalitas dan pengelolaan usaha. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi bisnis yang komprehensif agar UMKM konveksi dan boneka dapat berkembang secara berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan internal dan eksternal UMKM, merumuskan alternatif strategi bisnis yang relevan, serta menentukan prioritas strategi yang dapat diimplementasikan oleh pelaku usaha dan forum UMKM di Caringin. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan beberapa alat analisis strategis, di antaranya Value Chain Analysis untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, PESTEL Analysis untuk menilai peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal, serta Matriks IFE dan EFE untuk menentukan posisi strategis UMKM. Selanjutnya, hasil analisis tersebut dipadukan dalam Matriks IE, SWOT, dan QSPM untuk menghasilkan rekomendasi strategi prioritas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IFE sebesar 2,52 dan EFE sebesar 2,88, yang menempatkan UMKM konveksi dan boneka di posisi “hold and maintain” atau mempertahankan dan memperbaiki kinerja. Berdasarkan analisis QSPM, dirumuskan sembilan strategi utama dengan tiga prioritas tertinggi yang layak dijalankan. Pertama, memperkuat Forum UMKM sebagai pusat kolaborasi dalam pelatihan, digital marketing, dan kerja sama produksi agar tercipta efisiensi dan peningkatan kapasitas usaha. Kedua, mendorong pelaku usaha untuk menjual produk melalui marketplace dengan menonjolkan diferensiasi desain lokal dan peningkatan kualitas bahan sebagai daya tarik pasar. Ketiga, meningkatkan kemampuan pemasaran digital agar mampu bersaing dengan produk luar daerah dan menghadapi tantangan globalisasi. This study originates from the condition of MSMEs in Caringin District, which hold significant potential but have not yet achieved optimal income targets. Out of 168 MSMEs registered under the Caringin MSME–IKM Forum, around 24 percent operate in the convection and doll sector. This industry ranks as the second- largest and one of the leading economic drivers in the region. However, its income achievement rate stands at only 70.7 percent, with merely eight business owners reaching their profit targets. The main challenges include limited managerial capacity, low production efficiency, lack of digital marketing utilization, and weak business legality and administration. These issues highlight the urgent need for a comprehensive business strategy that can help MSMEs in this sector grow sustainably.
The objectives of this study are to analyze the internal and external environments of MSMEs, formulate suitable alternative business strategies, and determine the most appropriate strategic priorities that can be implemented by business actors and the Caringin MSME Forum. To achieve these goals, the research employs a qualitative approach combined with several strategic analysis tools, including Value Chain Analysis to identify internal strengths and weaknesses, PESTEL Analysis to assess external opportunities and threats, and the Internal and External Factor Evaluation (IFE–EFE) matrices to determine strategic positions. The results from these analyses are then integrated into the IE Matrix, SWOT, and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) to produce actionable strategic recommendations.
The results show that the IFE score of 2.52 and EFE score of 2.88 place the convection and doll MSMEs in the “hold and maintain” quadrant, meaning they must preserve existing strengths while improving performance. Based on the QSPM analysis, nine strategic alternatives were formulated, with three key priorities identified as the most crucial. First, strengthening the MSME Forum as a collaboration hub for training, digital marketing, and production partnerships to increase efficiency and business capacity. Second, encouraging entrepreneurs to sell products through online marketplaces by emphasizing local design differentiation and improved material quality. Third, enhancing digital marketing skills to compete with external products and adapt to global market challenges.
Collections
- MT - Business [4057]
