Show simple item record

dc.contributor.advisorNurjaya, I Wayan
dc.contributor.advisorNaulita, Yuli
dc.contributor.advisorKarang, I Wayan Gede Astawa
dc.contributor.authorRohani, Siti
dc.date.accessioned2025-12-13T10:24:42Z
dc.date.available2025-12-13T10:24:42Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/171694
dc.description.abstractFenomena gelombang internal yang terjadi di bawah permukaan laut sehingga dapat mengganggu aktivitas bawah laut, tenggelamnya kapal Nanggal 402 di Perairan Utara Bali menjadi bentuk eksistansi dari fenomena gelombang internal. Perairan Indonesia dengan batimetri yang tidak rata menjadi potensi dalam pembangkitan fenomena gelombang internal. Keberadaan fenomena gelombang internal dapat diidentifikasi dengan satelit sebagai pita terang, namun beberapa lokasi di Perairan Indonesia masih belum terkarakterisasi, seperti Perairan Halmahera, Maluku Utara. Perairan Halmahera, Maluku Utara dengan selat yang kompleks serta dipengaruhi Indonesian Throughflow (ITF) yang mengakibatkan pasang surut barotropik berinteraksi dengan topografi menjadi faktor pembangkitan gelombang internal. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial dan temporal dari gelombang internal berdasarkan citra SAR Sentinel-1A, mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik parameter gelombang internal, dan menganalisis karakteristik vertikal dinamika dari gelombang internal. Penelitian ini dilakukan pengumpulan data citra Sentinel-1A diperoleh melalui Alaska Satellite Facility (ASF) dari Tahun 2015-2023 dan di analisis menggunakan software SNAP dan ArcGIS sehingga diketahui karakteristik parameter gelombang internal. Hasil penelitian menunjukan identifikasi gelombang internal melalui Satelit SAR Sentinel-1a di Perairan Halmahera, Maluku Utara dipengaruhi oleh kecepatan angin dan kecepatan arus dimana diketahui kecepatan angin berkisar 0 – 6.00 m/s dan kecepatan arus berkisar 0 – 1.00 m/s sehingga fenomena gelombang internal di Perairan Halmahera, Maluku Utara dari Tahun 2015-2023 dapat diidentifikasi dengan nilai hambur balik sinyal yang kuat sehingga pita terang teridentifikasi 75 paket yang terdistribusi tinggi sekitar Pulau Obi dan Selat Weda dengan diketahui terdapat celah sempit, shelf break, dan sill. Kejadian gelombang internal menunjukan adanya varibilitas internannual dan variabilitas seasonal yang tinggi pada Tahun 2019, dan musim timur dengan puncak tertinggi Bulan Agustus. Kondisi ini dipengaruhi oleh pasang surut yang diketahui gelombang internal aktif saat menuju pasang dengan rata-rata pasang surut yaitu musim peralihan I (0.40 meter), musim timur (0.30 meter), musim peralihan II (0.13 meter), dan musim barat (0.07 meter). Karakteristik parameter gelombang internal diketahui terdapat 2-14 soliton, sehingga karakteristik kecepatan fase mencapai 4.88 m/s dengan jarak antar paket tertinggi 218 dan rata-rata kecepatan rambat (??1) berkisar antara 1.19 hingga 2.61 m/s. Analisis karakteristik dinamika vertikal perairan saat terdeteksinya gelombang internal mengakibatkan stratifikasi perairan di lapisan pycnocline (150 400 meter) dengan anomali densitas 23 kg/m3 hingga 26 kg/m3 sehingga mengakibatkan penurunan massa jenis air South Pacific Subtropical Water (SPSW) pada lapisan densitas 24-25 kg/m3 dengan salinitas maksimum sekitar 34.7-35.2 Psu dan massa air North Pacific Intermediate Water (NPIW) dicirikan salinitas 34,5 Psu.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKarakteristik Gelombang Internal di Perairan Halmahera, Maluku Utaraid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordgelombang internalid
dc.subject.keywordSentinel-1Aid
dc.subject.keywordstratifikasiid
dc.subject.keywordtopografiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record