Show simple item record

dc.contributor.advisorNimmi Zulbainarni
dc.contributor.advisorLuky Adrianto
dc.contributor.authorNugrahadi, Haris Achmad
dc.date.accessioned2025-08-07T10:47:05Z
dc.date.available2025-08-07T10:47:05Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168285
dc.description.abstractMarikutur menjadi pekerjaan alternatif masyarakat di Kepulauan Seribu untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Letak geografis Kepulauan Seribu dimana terdiri dari pulau-pulau kecil mendukung dalam pengelolaan kegiatan bisnis ini. Salah satu komoditas utamanya adalah kerapu hybrid yang merupakan hasil persilangan kerapu macan Epinephelus fuscoguttatus dan kerapu kertang Epinephelus lanceolatus. Penggunaan input kerapu hybrid merupakan solusi dari keluhan masyarakat pembudidaya akan masa panen yang lama akibat penggunaan kerapu non-hybrid seperti kerapu macan dan kerapu bebek. Penelitian ini bertujuan menganalisis produksi dan kelayakan investasi dengan input kerapu hybrid yang kemudian dirumuskan beberapa alternatif strategi dalam rangka keberlanjutan bisnis marikultur di Kepulauan Seribu. Metode analisis data yang digunakan menggunakan model Cobb-Douglas untuk melakukan pendugaan terhadap input produksi yang digunakan dan optimasi produksi, model Stochastic Frontier Analysis untuk mengestimasi risiko dari penggunaan input produksi, dan analisis finansial dan non-finansial untuk menilai kelayakan bisnis investasi. Selanjutnya dari hasil analisis tersebut dirumuskan poinpoin alternatif strategi menggunakan blue ocean strategy. Berdasarkan hasil pendugaan produksi penggunaan input benih, KJA, masa pemeliharaan, dan tenaga kerja berpengaruh dalam meningkatkan produksi kerapu hybrid di Kepulauan Seribu. Nilai elastisitas dari penggunaan input-input tersebut adalah 1.489 dimana menunjukan bahwa bisnis terdapat pada daerah irasional (RTS > 1) sehingga masih dapat ditingkatkan atau dikurangkan untuk penggunaan inputnya agar berada di daerah optimal. Hasil optimasi menunjukan bahwa variabel input benih dan masa pemeliharaan perlu ditingkatkan sedangkan kja dan tenaga kerja perlu dikurangi agar produksi optimal. Berdasarkan pendugaan risiko input yang digunakan untuk variabel benih, masa pemeliharaan, dan tenaga kerja bersifat menurunkan risiko dan KJA bersifat meningkatkan risiko. Analisis kelayakan bisnis dibagi berdasarkan tiga cluster yang megacu pada kondisi geofisik, aktifitas ekonomi, dan karakteristik sosial. Cluster pertama memiliki nilai NPV Rp 9,101,233,927; IRR 122 persen; Net B/C 3.9; PP 3.2 tahun, cluster kedua NPV Rp 2,937,119,206; IRR 127 persen; Net B/C 4; PP 3 tahun, dan cluster ketiga NPV Rp 2,189,009,750; IRR 107 persen; Net B/C 3.4; PP 3.7 tahun. Perumusan alternatif strategi yang dihasilkan adalah mengurangi penggunaan KJA, menghilangkan penggunaan input kerapu non-hybrid, menambahkan jumlah input kerapu hybrid dan investor, serta menciptakan integrasi pasar dan pemasaran digital.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Keberlanjutan Bisnis Marikultur Di Kepulauan Seribuid
dc.subject.keywordMarikulturid
dc.subject.keywordOptimasiid
dc.subject.keywordKelayakanid
dc.subject.keywordStrategiid
dc.subject.keywordCobb-Douglassid
dc.subject.keywordModel Stochastic Frontier Analysisid
dc.subject.keywordBlue Ocean Strategyid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record