Show simple item record

dc.contributor.advisorYudha Heryawan
dc.contributor.advisorAgus Riyanto
dc.contributor.authorKasaya Annisa Rahmaniah
dc.date.accessioned2025-08-07T10:41:27Z
dc.date.available2025-08-07T10:41:27Z
dc.date.issued2020
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/168239
dc.description.abstractDalam menjalankan aktivitas bisnisnya, setiap perusahaan, termasuk PT. XYZ tentunya akan melakukan upaya efisiensi dengan meningkatkan hasil produksi sebesar besarnya dengan menekan biaya atau cost yang serendah rendahnya. Adanya penurunan omzet dari PT. XYZ, menjadi salah satu alasan kuat perusahaan untuk melakukan efisiensi. Pemutusan hubungan kerja atau PHK menjadi salah satu kebijakan untuk mendukung efisiensi tersebut. Dampak dari kebijakan tersebut bukan hanya bagi karyawan yang terkena imbas pemutusan hubungan kerja, namun juga bagi karyawan yang masih bertahan di perusahaan tersebut. Kondisi dari adanya kebijakan pemutusan hubungan kerja tersebut berdampak terhadap perubahan sikap karyawan. Dari hasil observasi awal di PT XYZ, perubahan sikap karyawan tersebut terlihat dari beberapa variabel seperti kinerja karyawan, beban kerja yang diterima karyawan, motivasi kerja karyawan, budaya organisasi serta kepuasan kerja karyawan Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data primer didapatkan dari jajaran karyawan PT. XYZ yang berjumlah 30 orang dengan menggunakan kuesioner dan in-depth interview pada periode waktu Agustus 2018 sampai Januari 2019. Hasil kuesioner dianalisa dengan menggunakan SPSS serta signifikansi dari data tersebut diuji dengan menggunakan Paired T Test. Penelitian ini juga didukung oleh hasil wawancara mendalam yang terlebih dahulu dianalisa menggunakan analisa naratif. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa pemutusan hubungan kerja karyawan memberikan dampak pada peningkatan kinerja karyawan. Kemudian manajemen PT. XYZ mampu meningkatkan implementasi dari budaya kerja dalam bekerja. Dari sisi beban kerja, karyawan menyadari bahwa dampak dari kebijakan pemutusan hubungan kerja memberikan dampak terhadap meningkatnya beban kerja. Berbicara mengenai motivasi kerja, kebijakan pemutusan hubungan kerja berdampak terhadap meningkatnya motivasi kerja pasca adanya kebijakan tersebut. Namun penerapan kebijakan pemutusan hubungan kerja berdampak pada menurunnya kepuasan kerja karyawan bila dibandingan dengan sebelum kebijakan pemutusan hubungan kerja diterapkan oleh perusahaan
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titleAnalisis Sikap Karyawan Sebelum dan Sesudah Kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (Studi Kasus Pt Xyz)id
dc.subject.keywordBeban Kerjaid
dc.subject.keywordBudaya Kerjaid
dc.subject.keywordEfisiensiid
dc.subject.keywordIn-Depth Interviewid
dc.subject.keywordKepuasan Kerjaid
dc.subject.keywordKinerjaid
dc.subject.keywordMotivasiid
dc.subject.keywordOmzetid
dc.subject.keywordPemutusan Hubungan Kerjaid
dc.subject.keywordSpssid
dc.subject.keywordKuantitatif Dan Kualitatifid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record